Monday, December 19, 2005

tcuih...

Bhuaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!! Huaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh!!! Brah!!!

Ah... ijinkan saya hanya berteriak-teriak di blog ini. Hm? Ngapain juga saya musti minta ijin? Ini kan blog saya! Suka-suka saya dong! Hehehe...

Sudah hampir sebulan saya banyak menghabiskan hidup saya di depan komputer (selain di depan botol...hehehe!) dan melatih jari-jari saya untuk semakin terampil mengetik. Saya sampai bermimpi bahwa saya akan menghabiskan hidup saya dengan mengetik. Oh..my..gawd! Apakah saya ditakdirkan menjadi carik seperti om-om saya di Demak sana?? Well...maybe it runs in the family, fellas! Not the carik thing, but the typing thing...

Dalam sehari saya bisa menghabiskan waktu lebih dari 8 jam di depan komputer. Ini tuntutan pekerjaan, memang. Jangan jadi penulis kalau musuhan sama komputer. Jujur saja, saya jadi takut ambeien. Lalu saya mulai mencanangkan program bersih sehat untuk diri saya sendiri. Di waktu senggang (sebelum menyalakan komputer) saya mulai mengunjungi patio kecil di samping rumah yang tidak bagus-bagus amat itu. Goyangkan pinggul, goyangkan perut, goyangkan semuanya. Bersahabat dengan matahari sore, menjadi upik abu sebentar bersama cucian piring, lalu mandi, lalu mulai duduk lagi, mengetik lagi ditemani oleh lantunan The Innocent Mission dan sekepul kopi hangat. Menyenangkan.

Tapi ternyata itu tidak menghindarkan saya dari gejala thypus. Ya, saya terkena gejala thypus selama beberapa hari. Ini yang kedelapan kalinya. Ya ya ya, i know i know. Saya sudah dimarahi semua orang. Dari yang jaraknya cuma sepuluh meter dari saya sampai ke polandia. Cukup. I'm a big girl, i made mistake, i work too hard and party too much. Tapi selasa besok ada reggae night... Ups! Hehehe! Iyaaa! Iyaaa! No more drink! No more drunken master! I just wanna dance! Stir it up, little darlings... stir it up... ;P

Sembuh dari gejala thypus, saya mendekatkan diri pada layar lebar. God, sudah berapa lama saya tidak beribadah di bioskop? Ah, ya... Harry Potter "Goblet of Fire", berarti tidak terlalu lama. Kalau terlalu lama, bisa dianggap kafir. Saya pergi ke Jiffest bersama beberapa teman, menonton "Comandante"-nya Oliver Stone. Saya bikin review-nya. Bisa dilihat di sini. Lalu besoknya saya nonton lagi. Film Cuba lagi. Judulnya Habana Blues. Saya belum bikin reviewnya, tapi saya pastikan kepada kalian semua: FILMNYA BAGUS! Apalagi kalo situ anak band, pasti suka. Hehehe...

Yah, selain film, saya menemukan banyak teman-teman lama. Ada yang bahkan tidak pernah bertemu selama kurun waktu 10 tahun terakhir. Ketemunya di Jiffest. Dan dia duduk di belakang saya. Cium pipi kiri kanan. Hai! Apa kabar? Dah married? Belom kok. Pfhew..thank god! Everybody's married. Well, i'm engaged. What?! Mengharukan, bukan? Sementara sebuah sms tiba dari seorang teman yang telah menghabiskan waktu bersama-sama selama 10 tahun terakhir like a couple of idiots: "eh, kita jangan ketemu dulu ya...?" "Iya, suka-sukamu lah...tapi bayar listrik dulu.."

Momen-momen temu kangen itu selalu bisa saya temui kalau saya datang ke gelar-gelar budaya macam Jiffest itu. Ada si ini, ada si itu, apalagi kalau diadakan di TIM. Saya seperti tidak punya ruang untuk menghindari siapa-siapa. Gini-gini saya punya bakat introvert sesuai dengan zodiak. Kadang hal itu bikin saya jengah untuk datang ke gelar-gelar budaya. Saya tertarik dengan acaranya, tapi tidak begitu tertarik dengan basa-basi yang harus saya keluarkan. Tapi ya, namanya juga makhluk sosial, harus bersosialisasi toh? Toh! Tapi bertemu orang-orang di Jiffest kemarin pas dengan mood saya yang sedang kepingin ekstrovert dan sedang kepingin menghindari layar komputer. Saya ingin bertemu dengan banyak manusia. Banyak! Lebih banyak lagi! Ayo...ayo keluar kalian semua, wahai manusia!

"Eh ndu, kenalin ini si ini si itu, mau bikin buku, tolong bantu edit yaaa?"
"ndu...gue penasaran nih...novel lo tentang apa? siapa yang nerbitin? gue aja deh... gue punya penerbitan sekarang..." ("novel? novel apa??????" hehehe!)
"ndu, bikin tulisan soal ini ya... deadline akhir bulan... ok bos? nomor rekening di-sms aja..."
"ndu...liat cewe gue gak? kok ilang ya????"
"randu??? itu poni???"
"ndu...bagi rokok dong..."

Wohohoooo! See? Tidak sia-sia ternyata. Malah ada yang minta nomor rekening. Saya senang menyebarkan nomor rekening. Agak menyebalkan melihat jumlah uang di ATM yang semakin berkurang. "Jangan jadi penulis kalo nggak mau lihat ATM kosong, bego..." Pffhh...

Well, tidak terlalu buruklah. Otak saya agak segar, setelah beberapa lama mengalami stagnasi, terutama di urusan tulis-menulis. Speed saya agak melambat belakangan ini, saya masih kelimpungan mencari bahan tulisan untuk deadline bulan depan, ditambah pekerjaan yang tidak selesai-selesai. Tidak, saya tidak mengeluh. Justru bersyukur karena saya masih bisa dipadatkan dengan kerja-kerja setelah resign sebagai pegawai kantoran terhormat. Kerja-kerja bagus untuk saya, secara mental dan finansial. Hehehe!

Ah, sudah subuh lagi. Mungkin lebih baik tidur dulu. Tadi saya menemukan bercak darah di celana dalam saya. Damn. Mens lagi. Limbung lagi. Pingsan lagi. Sudahlah. Selamat tidur semua. Kapan-kapan saya teriak-teriak lagi.




cilandak, 17 Desember 2005
welcome to earth, my new cousin...
oh no... another cousin????

[penyu berbicara dengan kentut... finding nemo memang tidak bisa dipercaya...]

2 Comments:

At 8:29 AM, Blogger Mang Q said...

Ya, HABANA BLUES memang bagus. Saya bukan penonton film yang intens, tapi bisa lah membedakan jeruk diantara apel. I love how this movie ended. Wish also I can get the soundtracks.

Dan saya tidak tahu anda sakit tipes. Bukankah tulisan anda rutin muncul disini? Ya, tulisan memang sekarang bisa diterbitkan dari tempat tidur rumah sakit. Semoga lekas sembuh. I can't afford to miss your great stories.

 
At 7:30 AM, Blogger portal alat berat said...

ALAT BERAT
SEWA ALAT BERAT
RENTAL ALAT BERAT
JUAL ALAT BERAT
BELI ALAT BERAT

 

Post a Comment

<< Home