Duel Maut
ini adalah sebuah duet puisi antara saya dan Ompit Abimanyu, seorang penyair asal Yogya lewat layanan Yahoo! Messenger hampir 3 tahun lalu. Entah dimana Ompit sekarang (terakhir tahu dia ada di pedalaman Kalimantan)... tapi puisi ini akan menjadi artefak yang berarti dalam "karir kesusastraan" kami berdua.* * * * * * * *
ompitabimanyu (29/03/03 12:48:04):
apa yang tersisa dari hidup ketika puluhan peristiwa berderak, menjadi batuan vulkanik yang memampatkan arus larink di tenggorokan? cara bernapas pun bahkan telah berubah. dari sekedar meminjam rahmat hidup, tiba tiba menjelma dengus dendam tak berkesudahan. lalu helai demi helai sepi menetak. meski didalam, bisu diam sunyi seringkali lebih berteriak dari moncong anjing belanda. adakah lorong lain yang dapat kau tawarkan padaku, kawan? semacam janji tentang kemungkinan dunia yang tak berdusta. tempat kita bisa tersenyum, menangis atau bahkan bercinta tanpa rasa dosa. katakan! telah cukup berlumut pantatku menyetiai bilik sepi yang makin riuh ini. sungguh! sumpahku hingga serapah..
randurini (29/03/03 16:35:55):
tak ada yang tersisa selain segala gading retak dan belang tertinggal. disana ia terbaring di dalam rahim seorang ibu yang mati otak. demi ilmu, ia bertahan tanpa banyak tanya dalam inkubator alam. apakah ia menangis di dalam sana? menangisi kelembutan yang takkan sempat dilihatnya. menangisi rupa dunia yang akan dilihatnya. ia menunggu dalam lorongnya sendiri, tak ada sumpah dari mulutnya yang belum jadi. sebuah ketegaran kecil yang kudengar pagi ini, mengalahkan segala dengki di otakku yang tak kunjung mati.
ompitabimanyu (29/03/03 12:58:24):
aku ingin menangis, tapi untuk apa. lagipula sudah lama aku tak pandai mengundang airmata setelah kematian kesekian menegaskan satu isyarat dalam catatanku; hidup terlalu manja untuk ditangisi. ya! tapi sialnya, tertawa pun tak lebih jantan dari airmata. tak lebih mulia dari dusta. lalu sederet keanehan itu datang. anjing! siapakah itu yang memburu siapa? bahkan ketika laut surut dan burung burung berangkat terbang. aku ingin pulang, sayang. memeluk rindu, entah apa..
randurini (29/02/03 16:38:45)
pulanglah, sayang. peluklah rindu. jangan undang air mata. dunia terlalu lucu untuk kau tangisi. kebodohan yang satu menutupi kebodohan yang lain. pasrahkan lelahmu di ninabobo angin. terbitkan sayap-sayap rindu di punggungmu. terbanglah... terbanglah...
ompitabimanyu (29/03/03 13:03:32):
ketika hidup makin larut dalam absurditas maha kalut, selalu ada tawa didalam tangis. selalu ada tangis didalam tawa. adakah batas batas itu telah dirampas? oleh siapa? gila! hanya untuk mengerti hidup, seseorang mesti berkali kali mati..
randurini (29/03/03 16:40:30)
dan seseorang harus hidup berkali-kali untuk mengerti sebuah mati.

1 Comments:
ALAT BERAT
SEWA ALAT BERAT
RENTAL ALAT BERAT
JUAL ALAT BERAT
BELI ALAT BERAT
Post a Comment
<< Home