<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064</id><updated>2011-12-20T07:32:08.988+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Perjalanan</title><subtitle type='html'>mimpi aus tapak</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>69</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-114758681293149005</id><published>2006-05-14T13:06:00.000+07:00</published><updated>2006-05-14T13:06:53.040+07:00</updated><title type='text'>Dik...</title><content type='html'>Dik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamu mengajariku bagaimana caranya tertawa. jauh sebelum Charlie Chaplin menggelitik dunia, kamu sudah membelah ketakutanku dengan sorot matamu yang selalu jenaka kepada malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamu mengajariku bagaimana caranya menjadi bertenggang rasa dan menghargai manusia. jauh sebelum lembar-lembar Das Kapital menghampiri rak-rak toko buku dan membuka wacana tentang pentingnya bahagia dan kecewa. aku menyadari arti hidupmu saat nafasmu terhenti satu per satu saat itu dan aku belum tahu bagaimana caranya berdoa selain menyanyikan "bintang kecil" dari pinggir tempat tidurmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamu mengajariku bagaimana menjadi keturunan sejati Adam Smith. telapakmu tak pernah mudah tengadah, walau hidup kita diterjang susah. dan bagaimana menghargai detik-detik waktu, setiap keping rupiah, dan setiap pelajaran di jengkal perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktuku seribu, namun berdepa jauh langkah telah meninggalkan kepingan-kepingan masa kecil kita. aku tak dapat menikmati selorohmu setiap waktu, demikian juga rindu. tapi aku selalu di situ, di sebisikan jauhnya darimu. mungkin kau memang tak pernah tahu, tapi kau jauh lebih berharga dari nyawaku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-114758681293149005?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/114758681293149005/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=114758681293149005' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/114758681293149005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/114758681293149005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2006/05/dik.html' title='Dik...'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-114758676934546559</id><published>2006-05-14T13:05:00.000+07:00</published><updated>2006-05-14T13:06:09.420+07:00</updated><title type='text'>Menabrakmu</title><content type='html'>tak ada satu asuransi pun yang bisa mengganti serpih-serpih yang bertebaran dari sebuah jantung yang telah lama retak tertabrak sebuah senyuman yang lama sembunyi di lembar-lembar waktu. aku berserak dan semakin hancur merindumu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-114758676934546559?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/114758676934546559/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=114758676934546559' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/114758676934546559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/114758676934546559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2006/05/menabrakmu.html' title='Menabrakmu'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-114758671972213994</id><published>2006-05-14T13:04:00.000+07:00</published><updated>2006-05-14T13:05:19.786+07:00</updated><title type='text'>Percayalah Padaku, Adia</title><content type='html'>percayalah padaku, Adia, sepatu kaca itu tidak pernah tertinggal di bawah tangga. ia tergeletak entah di mana. mungkin di tempat sampah, mungkin di antara cucian piring dan baju-baju kotor, mungkin terselip di antara sumbu-sumbu kompor warteg, mungkin teronggok di TPS Bojong menanti pemulung memungutnya dan menualnya ke bandar-bandar kaca bekas untuk dijadikan gelas hadiah sabun deterjen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita dibangun dari pasir dan masih berdiri di atasnya menunggu ombak pasang menghancur leburkan keutuhan kita. tuhan seperti batok kelapa yang berayun dibawa gelombang dan riak, menghampiri kita tanpa minat dan meninggalkan pesisir menuju pantai tanpa cemar. pasir-pasir kita semakin kering dikelantang matahari, mengepul dalam fatamorgana, dan jika kelelahan semakin ajeg, kita pun memasrahkan diri pada angin yang berpilin menjauh ke selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika demikian, adia, mengapa kita masih terus berlari, berlari, dan berlari dari kejaran hidup yang jahat seraya menyebarkan rumput jejarum dan batang-batang tombak? mengapa kita tak tidur saja selamanya dalam peti-peti kaca dan menanti keniscayaan menunggang kuda putihnya membangunkan kita? mengapa, adia? apakah kaki-kaki ini tak&lt;br /&gt;cukup indah untuk berpijak? atau mungkin dunia terlalu membosankan untuk ditinggali hingga kita mencari-cari sejuta ketegangan yang tak perlu dan akhirnya sepecut petir memporak-porandakan kita dalam kepingan hingga tak terkenali lagi sebagai sebuntal daging bernyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;percayalah, adia, harapan adalah mozaik dari perca-perca kegagalan, bukan dari setengah pasang sepatu kaca yang ditinggalkan begitu saja di depan pintu yang tak pernah terbuka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-114758671972213994?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/114758671972213994/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=114758671972213994' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/114758671972213994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/114758671972213994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2006/05/percayalah-padaku-adia.html' title='Percayalah Padaku, Adia'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-114758663254985257</id><published>2006-05-14T13:03:00.000+07:00</published><updated>2006-05-14T13:03:52.903+07:00</updated><title type='text'>Masih Punya Cinta</title><content type='html'>kita masih punya cinta&lt;br /&gt;di saku celana&lt;br /&gt;di selipan kaus kaki&lt;br /&gt;di lipatan saputangan&lt;br /&gt;di bawah sajadah&lt;br /&gt;di dalam asbak&lt;br /&gt;di celengan babi&lt;br /&gt;di tiap getar telepon genggam&lt;br /&gt;di tengah halaman novel Marquez&lt;br /&gt;di antara pita kaset Joni Iskandar&lt;br /&gt;di lengkingan Candil Serieus&lt;br /&gt;di guyuran toilet&lt;br /&gt;di daun-daun gugur&lt;br /&gt;di tunas-tunas malu&lt;br /&gt;di ayun-ayun batik lusuh ibu&lt;br /&gt;di desis pohon kelapa&lt;br /&gt;di gemeretak jemari&lt;br /&gt;di setiap kunyah&lt;br /&gt;di setiap langkah pulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita toh masih punya cinta&lt;br /&gt;kecil mungil ringkih&lt;br /&gt;namun bernyawa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-114758663254985257?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/114758663254985257/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=114758663254985257' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/114758663254985257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/114758663254985257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2006/05/masih-punya-cinta.html' title='Masih Punya Cinta'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-114321357918030110</id><published>2006-03-24T22:07:00.000+07:00</published><updated>2006-03-24T22:19:39.503+07:00</updated><title type='text'>Protes!</title><content type='html'>bukan. bukan uang yang saya cari dari sebuah media yang meminta karya saya. tapi sebuah timbal balik, berupa tanggung jawab kepada seseorang yang telah merelakan karyanya untuk dimuat. 3 bulan bukan waktu yang sebentar untuk sebuah penundaan oleh majalah yang tidak sebesar majalah-majalah didikan gramedia. dan 3 bulan bukanlah sebuah waktu yang sebentar untuk seorang penulis yang menunggu para editor yang bekepentingan untuk sekedar memberi tahu bahwa karyanya telah dimuat. bukan...bukan uang yang saya cari. saya, dengan sujud syukur masih hidup berkecukupan dari bidang kerja yang lain, hanya ingin sebuah pertanggungjawaban atas sebuah karya yang mungkin tidak sefenomenal karya pengarang-pengarang ternama tapi merupakan sebuah jejak dari sejarah karir penulisan saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga tulisan ini diperhatikan oleh segenap editor, redaksi, serta staff media yang berkepentingan atau yang akan berkepentingan untuk tidak melecehkan karya penulis mana pun, terutama penulis yang masih mencari sebuah jejak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maaf untuk kata-kata ketus saya untuk beberapa majalah yang sudah mengacuhkan saya berbulan-bulan alias tidak memberitahu atau mengkonfirmasi apa pun (baik pengiriman bukti pemuatan atau pembayaran jasa kontributor) setelah karya saya dimuat. karena saya sungguh-sungguh kesal!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-114321357918030110?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/114321357918030110/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=114321357918030110' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/114321357918030110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/114321357918030110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2006/03/protes.html' title='Protes!'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-114060502918856750</id><published>2006-02-22T17:23:00.000+07:00</published><updated>2006-02-25T14:29:21.883+07:00</updated><title type='text'>[puisi] Aku Malam</title><content type='html'>aku malam&lt;br /&gt;berburu pada pena&lt;br /&gt;demi sedaging puisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o kuliti aku yang malam&lt;br /&gt;hingga tetes&lt;br /&gt;sedarah larik&lt;br /&gt;yang kau jilati bermalam-malam&lt;br /&gt;demi sedaging puisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o,&lt;br /&gt;aku yang malam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semata pena menembus paru&lt;br /&gt;menelanjangimu dalam malam&lt;br /&gt;menggilai semesta, oh aku&lt;br /&gt;yang&lt;br /&gt;malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku kelam!&lt;br /&gt;aku muram!&lt;br /&gt;aku dalam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tenggelamkan aku dalam tinta malam!&lt;br /&gt;semata bercak darahku yang hitam, tak kunjung kau terpejam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku memang malam!&lt;br /&gt;sepedang pena menembus jantungmu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;serahkanlah senja!&lt;br /&gt;serahkan ujung-ujung nirwana&lt;br /&gt;kepada aku yang malam!&lt;br /&gt;kepada aku yang padam!&lt;br /&gt;hingga tutup mata dewa&lt;br /&gt;di cakrawala syair semesta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku&lt;br /&gt;malam&lt;br /&gt;berburu pada pena&lt;br /&gt;demi sedaging puisi&lt;br /&gt;dan bunga yang terbenam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-114060502918856750?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/114060502918856750/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=114060502918856750' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/114060502918856750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/114060502918856750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2006/02/puisi-aku-malam.html' title='[puisi] Aku Malam'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-113767932177572686</id><published>2006-01-19T20:49:00.000+07:00</published><updated>2006-01-19T21:02:01.890+07:00</updated><title type='text'>Duel Maut</title><content type='html'>&lt;em&gt;ini adalah sebuah duet puisi antara saya dan &lt;strong&gt;Ompit Abimanyu&lt;/strong&gt;, seorang penyair asal Yogya lewat layanan Yahoo! Messenger hampir 3 tahun lalu. Entah dimana Ompit sekarang (terakhir tahu dia ada di pedalaman Kalimantan)... tapi puisi ini akan menjadi artefak yang berarti dalam "karir kesusastraan" kami berdua.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * * * * * * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ompitabimanyu&lt;/span&gt; (29/03/03 12:48:04):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa yang tersisa dari hidup ketika puluhan peristiwa berderak, menjadi batuan vulkanik yang memampatkan arus larink di tenggorokan? cara bernapas pun bahkan telah berubah. dari sekedar meminjam rahmat hidup, tiba tiba menjelma dengus dendam tak berkesudahan. lalu helai demi helai sepi menetak. meski didalam, bisu diam sunyi seringkali lebih berteriak dari moncong anjing belanda. adakah lorong lain yang dapat kau tawarkan padaku, kawan? semacam janji tentang kemungkinan dunia yang tak berdusta. tempat kita bisa tersenyum, menangis atau bahkan bercinta tanpa rasa dosa. katakan! telah cukup berlumut pantatku menyetiai bilik sepi yang makin riuh ini. sungguh! sumpahku hingga serapah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;randurini &lt;/span&gt;(29/03/03 16:35:55):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada yang tersisa selain segala gading retak dan belang tertinggal. disana ia terbaring di dalam rahim seorang ibu yang mati otak. demi ilmu, ia bertahan tanpa banyak tanya dalam inkubator alam. apakah ia menangis di dalam sana? menangisi kelembutan yang takkan sempat dilihatnya. menangisi rupa dunia yang akan dilihatnya. ia menunggu dalam lorongnya sendiri, tak ada sumpah dari mulutnya yang belum jadi. sebuah ketegaran kecil yang kudengar pagi ini, mengalahkan segala dengki di otakku yang tak kunjung mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ompitabimanyu &lt;/span&gt;(29/03/03 12:58:24):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin menangis, tapi untuk apa. lagipula sudah lama aku tak pandai mengundang airmata setelah kematian kesekian menegaskan satu isyarat dalam catatanku; hidup terlalu manja untuk ditangisi. ya! tapi sialnya, tertawa pun tak lebih jantan dari airmata. tak lebih mulia dari dusta. lalu sederet keanehan itu datang. anjing! siapakah itu yang memburu siapa? bahkan ketika laut surut dan burung burung berangkat terbang. aku ingin pulang, sayang. memeluk rindu, entah apa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;randurini&lt;/span&gt; (29/02/03 16:38:45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pulanglah, sayang. peluklah rindu. jangan undang air mata. dunia terlalu lucu untuk kau tangisi. kebodohan yang satu menutupi kebodohan yang lain. pasrahkan lelahmu di ninabobo angin. terbitkan sayap-sayap rindu di punggungmu. terbanglah... terbanglah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ompitabimanyu &lt;/span&gt;(29/03/03 13:03:32):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika hidup makin larut dalam absurditas maha kalut, selalu ada tawa didalam tangis. selalu ada tangis didalam tawa. adakah batas batas itu telah dirampas? oleh siapa? gila! hanya untuk mengerti hidup, seseorang mesti berkali kali mati..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;randurini &lt;/span&gt;(29/03/03 16:40:30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan seseorang harus hidup berkali-kali untuk mengerti sebuah mati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-113767932177572686?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/113767932177572686/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=113767932177572686' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113767932177572686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113767932177572686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2006/01/duel-maut.html' title='Duel Maut'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-113738053245091715</id><published>2006-01-16T09:49:00.000+07:00</published><updated>2006-01-16T10:02:20.700+07:00</updated><title type='text'>Sudut</title><content type='html'>:achsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;di sudut merah itu ia menampakkan sebinar matanya. seperti bintang. kerlipnya jatuh di pangkuanku saat senyumnya tak henti mengejawantahkan jantung hatinya. seketika itu juga aku menjadi rumput hijau di bawah kakinya, membiarkan ia menari-nari di atasku, mempuisikan cinta dan memporakporandakan kerajaan langit dengan kebahagiaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya. ia jatuh cinta. dan segalanya tinggal serpih-serpih penyesalan dari balik bilik-bilik yang terdiam. mereka melihatnya seperti penari utama di panggung tarian angsa. melompat. berputar. tertiup derai-derai cinta. tak terbendung karang-karang panjang. tak membagi sebuah patah hati. lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan salahkan dia karena terlanjur cinta. sudut merah itu telah dimaknainya dan didirikannya seribu dupa bagi dewa-dewa. sebuah doa melangit sebagaimana kembang api dan tercurah kembali menjadi lampu-lampu taman hatinya yang tadi gelap. jangan. jangan kau nodai dengan selembar mantra kutukan. karena ia jatuh cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-113738053245091715?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/113738053245091715/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=113738053245091715' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113738053245091715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113738053245091715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2006/01/sudut.html' title='Sudut'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-113665285925856387</id><published>2006-01-07T23:38:00.000+07:00</published><updated>2006-01-11T13:44:02.440+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Renungan Di Sekibas Tombak Yue Ying</title><content type='html'>&lt;p align="jusitify"&gt;sebetulnya, aku layaknya seorang pemboros yang gemar menaruh barang-barang ke dalam troli. aku senang melihat barang-barang itu bertumpukkan di sana, menindih satu sama lain, mengembangkan semua khayalku akan ribuan rencana. warna-warni barang-barang itu menjadi gempita di titik malam dalam bola mataku. melukisi dinding-dinding ratapan dengan semburan "chicken soup for the lonely soul", agar esok aku tak lagi menjadi bridget jones dengan diarynya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitu sampai di kasir, aku berbalik arah dan menaruh sebagian barang di rak yang berbeda, karena setelah dipikir-pikir barang-barang itu memang tak perlu ada di troliku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan di saat itulah presipitasi lokal menderas dan terus membanjiri lubang genangku. lubang yang telah dilindas ban-ban truk dan kontainer raksasa berulang kali tanpa ampun. lubang yang selalu terlupakan saat air bah menyurut dan meninggalkan warisan tanah lembab beserta kolera. lubang yang termaki saat lengah menjadi nama tengah dan kecerobohan menjadi label di saku kananku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku bangun pagi ini di sekian detik sapaan baritonmu. di kelengahan kantuk itulah kau menyusupi kegelisahan. begitu rapi dan polos. dan kau mengatakan rindu dengan semena-mena. sementara aku terus berjaga, memagari keberadaanku dengan bata-bata yang kususun perlahan dan raung yang tak terdengar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku sudah lelah dengan semua ini. lelah dengan kesempurnaan yang lewat begitu saja di depan mataku tanpa bisa kutangkap. aku tak ingin mempertahankan ribuan pertanyaan  "jika yang lain bisa, mengapa kita tidak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ternyata privilese cinta bukan bagianku.&lt;p align="jusitify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-113665285925856387?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/113665285925856387/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=113665285925856387' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113665285925856387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113665285925856387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2006/01/sebuah-renungan-di-sekibas-tombak-yue.html' title='Sebuah Renungan Di Sekibas Tombak Yue Ying'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-113574329457323394</id><published>2005-12-28T09:52:00.000+07:00</published><updated>2005-12-28T11:14:54.806+07:00</updated><title type='text'>Mercado</title><content type='html'>mata belum lagi lelap sungguh&lt;br /&gt;selarik irama melayu di sela adzan subuh&lt;br /&gt;meroda becak bawa ibu ke pasar. menjemput lapar&lt;br /&gt;daftar belanja bagai larik puisi di selembar slip gaji&lt;br /&gt;cerita seracik bumbu sampai ke pinggan&lt;br /&gt;sekeping rupiah jadi incaran&lt;br /&gt;segenggam garam jadi pikiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggunung sayur tumbah di pinggiran&lt;br /&gt;segala pantun sahut menyahut para pedagang&lt;br /&gt;jangan tawar sayurku jangan&lt;br /&gt;matahari naik setinggi bensin&lt;br /&gt;terik di kantong semakin kering&lt;br /&gt;jangan tawar hatiku jangan&lt;br /&gt;dari jahe sampai gerabah&lt;br /&gt;busung lapar katanya bukan wabah&lt;br /&gt;janji-janji tergulung air bah&lt;br /&gt;rumah dusun masih rata dengan tanah&lt;br /&gt;jangan tawar cintaku jangan&lt;br /&gt;cabe boleh merah cabe boleh keriting&lt;br /&gt;keringat jambal asin memang kurang penting&lt;br /&gt;dimasukkan dalam pakta-pakta negara dingin&lt;br /&gt;lapak-lapak yang digelar sepanjang trotoar&lt;br /&gt;adalah perdagangan bebas kami&lt;br /&gt;walau tak bebas pungli, jawara, hypermart dan SK Bupati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lantun irama melayu di becek tanah&lt;br /&gt;ayun ayun keranjang ibu melipir pasar&lt;br /&gt;pilih pilih bukan sembarang&lt;br /&gt;barang bagus bukan tikus yang dibungkus&lt;br /&gt;pasal karet dan dakwaan hangus&lt;br /&gt;pilih-pilih bukan sembarang&lt;br /&gt;jargon sakti kepulan asap wangi beras pandan&lt;br /&gt;adalah setebaran senyum di meja makan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;{ke pasar bersama eyang puteri...}&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-113574329457323394?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/113574329457323394/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=113574329457323394' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113574329457323394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113574329457323394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/12/mercado.html' title='Mercado'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-113573629085005827</id><published>2005-12-28T09:11:00.000+07:00</published><updated>2005-12-28T09:18:11.070+07:00</updated><title type='text'>Mater Dei</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Lin duduk di ujung tempat tidurnya. Sambil menggigiti selembar serbet makan, ia melihat lelaki tua itu berjalan mondar-mandir di depannya sambil mengeluarkan ribuan caci maki ke udara. Di sebuah kursi, seorang perempuan duduk dengan isak yang tak pernah selesai. Sebuah poci teh tergeletak di atas tanah dengan posisi yang ganjil, posisi yang tak pernah diinginkan oleh sebuah poci teh: terjerembab terbalik dengan belalai yang patah. Laki-laki tua itu membantingnya tadi, menumpahkan semua amarahnya kepada tiap gerabah yang ada di rumah itu. Sebenarnya ia laki-laki yang baik, amarahnya tak pernah dialamatkan ke tubuh manusia lain di rumah itu, bahkan kepada Lin yang saat itu menjadi penyebab kemarahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vaginanya sudah dua bulan tak mengeluarkan darah. Dan sudah seminggu lebih ia memuntahkan semua makanan yang ditelannya. Mak Ching bilang ada bayi dalam perutnya, walau Lin tak pernah tahu bagaimana si bayi bisa masuk ke perutnya. Dalam desahnya yang panjang, Mak Ching hanya berkata: "kita lihat beberapa bulan lagi, semoga itu bayi laki-laki. kalau tidak…" Mak Ching menatap kedua bola mata polos gadis cilik yang rasanya baru kemarin ia keluarkan dari perut ibunya. Ia menghela nafasnya dalam dan memberikan beberapa ramuan racikannya untuk menjaga jabang bayi di perut Lin tetap bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lin membereskan barang-barangnya, beberapa helai baju dan beberapa keping uang. Tanpa suara ia mengikuti sang laki-laki tua keluar dari rumah lalu beberapa saat kemudian mereka sudah keluar dari desa. Setelah beberapa jam perjalanan, mereka tiba di sebuah gubuk reyot di pinggir hutan bambu. Lin merasa ada angin aneh menjalari tubuhnya. Ayahnya menaruh pelita di tengah gubuk, menggelar selembar kain di atas dipan reyot, lalu menyuruh Lin masuk ke dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mulai sekarang kau tinggal di sini sampai anak itu lahir. seminggu sekali ibumu akan kemari untuk bawakan bahan makanan. kalau anak itu laki-laki, bawalah pulang. kalau perempuan..." Laki-laki itu menghentikan bicaranya. Ia mencabut sebilah golok dari belakang punggungnya dan diserahkannya kepada Lin. "jangan bawa bayi perempuan ke rumah, nak. apalagi tanpa ayah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki itu menyelipkan golok ke tangan Lin yang berdiri mematung di depan pintu gubuk. Tak berapa lama laki-laki itu pergi dari gubuk, meninggalkan Lin yang masih berdiri dalam gemetar dan sunyi di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya rembulan melipir turun lewat batang-batang bambu yang berdesis, menyembunyikan tangis seorang bayi lelaki yang lahir di antara akar-akarnya. Ditatapnya bayi merah yang menggeliat di atas dipan itu. Betapa rapuh. Dan betapa saat itu ia menyadari kerapuhannya sendiri. Lin mencium pipi montok bayinya. "Ah surgaku.. Kaulah yang dapat menyelamatkan hidupku..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menggendong bayinya yang seketika berhenti menangis dan menatap wajah Lin sungguh-sungguh. Lin menyapa semesta di mata bayinya. Semesta tersenyum kepadanya. Desis hutan bambu mengantarnya keluar gubuk membawa bayinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku mencintaimu. Aku pun mencintai adikmu. Jika adikmu tak layak hidup, tak ada satu pun dari kita yang layak hidup. Tidak juga kau, surgaku. Maafkan aku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lin mencabut golok yang pernah ditinggalkan ayahnya beberapa bulan lalu dari atas tanah. Ia membelah semestanya menjadi dua. Dalam hening. Dalam bening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memperhatikan lelaki bernafas di sebelahnya. Punggungnya naik turun, mengetukkan irama hidup yang tak bisa terjeda. Bahkan olehnya, yang sedang memaki diri saat menanti keajaiban di balik punggung seorang lelaki. Ia tak harus menunggu lelaki itu membalikkan punggungnya dan mengatakan seluruh perasaannya. Tidak. Ia bisa menyelinap keluar dan tak kembali lagi. Persetan perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini adalah malam keseribu. Keseribu kalinya ia memandangi punggung itu. Keseribu kalinya ia menangis di baliknya, mempertaruhkan perasaannya tiap kali lelaki itu selesai menidurinya. Keseribu kalinya. Ia mengelus punggung itu sekali lagi, merasakan permukaannya yang kasar. Mencoba mengerti perjalanan sebuah punggung sampai ke tempat tidurnya. Ia sudah hafal tiap parut luka, jerawat, dan tahi lalat yang tersebar di punggung itu. Ia menghafalkan letaknya setiap malam, setiap kali lelaki itu selesai meraungkan birahinya dan membalikkan tubuhnya seperti biasa. Seperti biasa. Apa yang biasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menerima lelaki itu hampir setiap malam. Seorang lelaki dengan isteri soleh dan dua anak yang beranjak remaja. Lelaki yang ia temui di sebuah bar, memandangi minumannya dalam mabuk, seakan semua masalah di hidupnya ikut tercampur di dalam gelas. Ah, betapa polosnya mata itu. Mata yang membuatnya langsung jatuh hati kepada lelaki itu. Mata yang menjadi kanak ketika lelaki itu menyusui putingnya, menghamba pada tubuhnya, lalu tergeletak di sampingnya bersimbah peluh dan duka. Ia akan selalu di sampingnya, menanti malam yang jatuh perlahan di luar jendela seperti biasa. Ya, punggung itu menjadi biasa karena selalu ada. Tapi punggung itu menjadi biasa karena selalu tiada. Punggung itu tak akan ada di sini sebelum adzan subuh berkumandang. Punggung itu akan lenyap dibawa kereta malam, menjauhi pembaringannya yang masih basah, kembali kepada kedamaian cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tak mengerti apakah ia sudah mencintai lelaki ini. Ia tak begitu mengerti tentang filosofi cinta. Ia mencoba mengikuti milis-milis filsafat, atau penyair, atau milis omong kosong lainnya di internet. Ia mencoba mencerna kata orang-orang tentang cinta. Gibran, Browning, Yeats, sampai De Mello. Ia tetap kosong, melompong sapi ompong. Mungkin ia sebegitu bodohnya, mungkin selama ini ia pura-pura pintar seperti kebanyakan orang kota. Mungkin, ia memang tak pernah mau tahu. Cinta itu ribet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kini Cinta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa bedanya dengan Ingin? Mana yang lebih penting: Cinta atau Ingin? Buat apa dicintai bila tidak diingini? Buat apa diingini jika tak dicintai? Apa yang bisa membuatnya terus bertahan bersama lelaki ini? Cinta atau Ingin? Apa yang bisa membuatnya hancur berserak atau tetap teguh kokoh? Cinta atau Ingin? Dan apa yang bisa membuatnya tetap di sini, bersembunyi di balik punggungnya dengan detik jam yang berdiam di dalam rahimnya? Cinta…? Atau…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini malam yang keseribu. Ya, ini yang terakhir. Tak ada seribu satu malam. Cukup seribu. Seribu kali jatuh cinta, Seribu kali patah hati. Genap sudah karma Pat Kai yang dideritanya. Cairan samsara manis telah direguknya habis dari piala. Kini hanya tinggal tubuh dan darah, kembali pada perjalanannya yang asing dan jauh sampai lebur dan menari bersama semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak, ia tak ingin punggung itu pergi. Ia ingin punggung itu tetap di sini, berbaring damai di sampingnya untuk menyaksikan kesehariannya. Punggung itu akan melihatnya tidur, melihatnya bangun, makan, membereskan rumah. Punggung itu akan melihatnya membesarkan darah daging mereka yang mereka ciptakan di satu dari seribu malam. Punggung itu tidak akan terbangun lagi sebelum adzan subuh berkumandang. Tidak. Ia akan tetap di sini, menatap kehidupan yang berjalan mulus di belakangnya, tanpa suara, tanpa udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucoba memejamkan mataku. Perjalanan belum selesai. Belum. Jangan dulu pejamkan matamu, demikian sebuah suara di belakang kepalaku berbisik. Kucoba melihat jalan berkelok di depan sana, menanti sebuah tujuan yang aku yakin juga akan sementara. Tapi aku harus terus berjalan, jangan berhenti. Berhenti berarti mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuperhatikan lelaki yang berjalan di samping keledai yang kunaiki sekarang. Mata lelaki itu juga hampir terpejam. Aku merasa kasihan pada lelaki itu. Betapa aku turut membuat lelaki itu menderita. Lelaki itu ikut terusir keluar dari kota tempat kami dibesarkan untuk sesuatu yang tak pernah kami perbuat. Ini benar-benar tolol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memperhatikan perutku yang semakin membesar. Di dalam perut ini ada buronan. Aku hanya bisa tersenyum tipis dan sinis. Betapa dunia semakin tolol. Purba dan tolol. Belum puas menggantung perompak, membakar pencuri, merajam pelacur, kini mereka ingin memenggal kepala seorang bayi. Ya, bayi. Tepatnya bayi di dalam perutku. Hanya bayi ini, yang tiba-tiba kukandung tanpa persetubuhan dan tiba-tiba dianggap sebagai pengganggu kekuasaan. Bayi ini harus mati, demikian kudengar dari woro-woro para prajurit dengan terompet dan genderang mereka yang gaduh. Lalu seketika itu juga aku berkemas, ditemani oleh lelaki yang sedang berjalan di samping keledaiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berbahagialah! Kau akan melahirkan sebuah janji, wahai perempuan!” Tcih! Seenaknya malaikat itu berbicara seperti itu di depanku. Mentang-mentang malaikat. Jika janji itu bukan berbentuk bayi, mungkin aku akan berbahagia. Tapi kini konsep kebahagiaan yang dikatakan oleh malaikat itu menjadi sebuah pertanyaan besar di kepalaku. Siapa yang berbahagia? Tidak ada! Lelaki di sebelahku ini sama sekali tidak bahagia. Ia ketakutan. Lelaki itu hanya seorang tukang kayu muda lugu yang gemetar ketika diberitahu gadis pujaan hatinya tiba-tiba berbadan dua!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu? Siapa lagi yang berbahagia? Aku? Kata ‘gila’ hampir kulontarkan dari mulutku pada malaikat itu. Tapi tidak sempat. Ia keburu pergi entah kemana, meninggalkan benih di dalam rahimku. Dan menempuh perjalanan ribuan mil menyeberangi dataran kering tanpa uang yang cukup adalah sama sekali bukan perjalanan yang membahagiakan. Dan menghindari pemeriksaan para tentara yang berjaga di setiap pintu masuk kota juga bukan kegiatan yang membahagiakan. Dan mengubah-ubah nama serta daerah asal setiap kali petugas pamong praja romawi mengeluarkan catatan juga tidak menyenangkan. Aku hampir lupa namaku sendiri. Aku hampir lupa mengapa aku di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, pasti bayi ini pun tidak bahagia di dalam sana. Ia pun pasti merasakan ketakutanku tiap kali sepasang mata prajurit menatapku dan perutku penuh curiga. Kurasakan ia menggeliat di dalam sana ketika tanpa sengaja aku mendengar seseorang berkata ada bayi yang dibunuh lagi malam sebelumnya. Kasihan. Bayiku pasti sedang meratap di dalam sana, seperti aku sekarang. Berapa ribu bayi lelaki lagi yang harus dibunuh oleh raja gila itu sebelum ia bisa menemukan jabang bayi yang dimaksud: bayi yang ada di dalam perutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang sebenarnya hendak mereka takutkan darimu, Nak? Apa yang sebenarnya harus kau lakukan jika kau dewasa nanti? Mengapa malaikat itu menyebutmu sebagai yang terjanji? Siapa yang berjanji seperti ini, Nak? Biar ibu pukul dia! Berani-beraninya melekatkan janji yang terlalu besar kepadamu hingga kita dikejar-kejar seperti ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ufh! Kontraksi lagi. Ini sudah kelima kali. Malam melarut dan kami entah di mana. Keledai yang lelah dan setia ini terus berjalan gontai membawaku melewati beberapa gembala yang terlelap di samping kerumunan domba-dombanya. Lelaki itu menatapku dengan matanya yang kantuk dan iba melihatku menahan sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tahan sebentar lagi. Kita akan coba penginapan itu. Di kandangnya pun tak apa. Yang penting kau bisa istirahat dan aku carikan tabib. Bertahanlah, Maryam…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki yang baik. Lugu dan baik. Aku senang dia ada bersamaku malam ini. Walaupun aku tahu bayi ini bukan benihnya, kuharap ia mewarisi sifat lelaki ini. Ah, itu penginapannya. Pasti mereka tak mau menerima kami. Aku tak peduli, aku tak tahan lagi. Satu bintang paling terang di atas langit itu pun tak dapat kulihat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Selamat Hari Natal...&lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-113573629085005827?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/113573629085005827/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=113573629085005827' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113573629085005827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113573629085005827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/12/mater-dei.html' title='Mater Dei'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-113516645018332354</id><published>2005-12-21T18:59:00.000+07:00</published><updated>2005-12-21T19:00:50.483+07:00</updated><title type='text'>Sudut Bulan Separuh</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;aku menemukannya terduduk di sudut bulan separuh. ketika ia menatapku, seorang gadis kecil berbaju kuning melompat dari matanya hinggap di ujung ilalang panjang, menari-nari di atas helai-helai kelopak bunga rumput putih, bernyanyi memuja matahari dan kupu-kupu warna-warni. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di kedipannya yang kelima, kutemukan senyumnya, melepas gadis kecil berbaju kuning pergi bermain sesuka. dan di kedipan itu aku berlega: cinta tak pernah membuatmu luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(untuk bapaknya keiya)&lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-113516645018332354?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/113516645018332354/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=113516645018332354' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113516645018332354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113516645018332354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/12/sudut-bulan-separuh.html' title='Sudut Bulan Separuh'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-113493453351554227</id><published>2005-12-19T01:28:00.000+07:00</published><updated>2005-12-19T02:35:33.546+07:00</updated><title type='text'>tcuih...</title><content type='html'>Bhuaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!! Huaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh!!! Brah!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah... ijinkan saya hanya berteriak-teriak di blog ini. Hm? Ngapain juga saya musti minta ijin? Ini kan blog saya! Suka-suka saya dong! Hehehe... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah hampir sebulan saya banyak menghabiskan hidup saya di depan komputer (selain di depan botol...hehehe!) dan melatih jari-jari saya untuk semakin terampil mengetik. Saya sampai bermimpi bahwa saya akan menghabiskan hidup saya dengan mengetik. Oh..my..gawd! Apakah saya ditakdirkan menjadi carik seperti om-om saya di Demak sana?? Well...maybe it runs in the family, fellas! Not the carik thing, but the typing thing...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sehari saya bisa menghabiskan waktu lebih dari 8 jam di depan komputer. Ini tuntutan pekerjaan, memang. Jangan jadi penulis kalau musuhan sama komputer. Jujur saja, saya jadi takut ambeien. Lalu saya mulai mencanangkan program bersih sehat untuk diri saya sendiri. Di waktu senggang (sebelum menyalakan komputer) saya mulai mengunjungi patio kecil di samping rumah yang tidak bagus-bagus amat itu. Goyangkan pinggul, goyangkan perut, goyangkan semuanya. Bersahabat dengan matahari sore, menjadi upik abu sebentar bersama cucian piring, lalu mandi, lalu mulai duduk lagi, mengetik lagi ditemani oleh lantunan The Innocent Mission dan sekepul kopi hangat. Menyenangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata itu tidak menghindarkan saya dari gejala thypus. Ya, saya terkena gejala thypus selama beberapa hari. Ini yang kedelapan kalinya. Ya ya ya, i know i know. Saya sudah dimarahi semua orang. Dari yang jaraknya cuma sepuluh meter dari saya sampai ke polandia. Cukup. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;I'm a big girl, i made mistake, i work too hard and party too much&lt;/span&gt;. Tapi selasa besok ada reggae night... Ups! Hehehe! Iyaaa! Iyaaa! &lt;span style="font-style:italic;"&gt;No more drink! No more drunken master! I just wanna dance! Stir it up, little darlings... stir it up... ;P&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembuh dari gejala thypus, saya mendekatkan diri pada layar lebar. God, sudah berapa lama saya tidak beribadah di bioskop? Ah, ya... Harry Potter "Goblet of Fire", berarti tidak terlalu lama. Kalau terlalu lama, bisa dianggap kafir. Saya pergi ke Jiffest bersama beberapa teman, menonton "Comandante"-nya Oliver Stone. Saya bikin review-nya. Bisa dilihat di &lt;a href="http://randurini.multiply.com"&gt;sini&lt;/a&gt;. Lalu besoknya saya nonton lagi. Film Cuba lagi. Judulnya Habana Blues. Saya belum bikin reviewnya, tapi saya pastikan kepada kalian semua: FILMNYA BAGUS! Apalagi kalo situ anak band, pasti suka. Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, selain film, saya menemukan banyak teman-teman lama. Ada yang bahkan tidak pernah bertemu selama kurun waktu 10 tahun terakhir. Ketemunya di Jiffest. Dan dia duduk di belakang saya. Cium pipi kiri kanan. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hai! Apa kabar? Dah married? Belom kok. Pfhew..thank god! Everybody's married. Well, i'm engaged. What?!&lt;/span&gt; Mengharukan, bukan? Sementara sebuah sms tiba dari seorang teman yang telah menghabiskan waktu bersama-sama selama 10 tahun terakhir like a couple of idiots: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"eh, kita jangan ketemu dulu ya...?" "Iya, suka-sukamu lah...tapi bayar listrik dulu.."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momen-momen temu kangen itu selalu bisa saya temui kalau saya datang ke gelar-gelar budaya macam Jiffest itu. Ada si ini, ada si itu, apalagi kalau diadakan di TIM. Saya seperti tidak punya ruang untuk menghindari siapa-siapa. Gini-gini saya punya bakat introvert sesuai dengan zodiak. Kadang hal itu bikin saya jengah untuk datang ke gelar-gelar budaya. Saya tertarik dengan acaranya, tapi tidak begitu tertarik dengan basa-basi yang harus saya keluarkan. Tapi ya, namanya juga makhluk sosial, harus bersosialisasi toh? Toh! Tapi bertemu orang-orang di Jiffest kemarin pas dengan mood saya yang sedang kepingin ekstrovert dan sedang kepingin menghindari layar komputer. Saya ingin bertemu dengan banyak manusia. Banyak! Lebih banyak lagi! Ayo...ayo keluar kalian semua, wahai manusia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh ndu, kenalin ini si ini si itu, mau bikin buku, tolong bantu edit yaaa?"&lt;br /&gt;"ndu...gue penasaran nih...novel lo tentang apa? siapa yang nerbitin? gue aja deh... gue punya penerbitan sekarang..." ("novel? novel apa??????" hehehe!)&lt;br /&gt;"ndu, bikin tulisan soal ini ya... deadline akhir bulan... ok bos? nomor rekening di-sms aja..."&lt;br /&gt;"ndu...liat cewe gue gak? kok ilang ya????"&lt;br /&gt;"randu??? itu poni???" &lt;br /&gt;"ndu...bagi rokok dong..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wohohoooo! See? Tidak sia-sia ternyata. Malah ada yang minta nomor rekening. Saya senang menyebarkan nomor rekening. Agak menyebalkan melihat jumlah uang di ATM yang semakin berkurang. "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jangan jadi penulis kalo nggak mau lihat ATM kosong, bego...&lt;/span&gt;" Pffhh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, tidak terlalu buruklah. Otak saya agak segar, setelah beberapa lama mengalami stagnasi, terutama di urusan tulis-menulis. Speed saya agak melambat belakangan ini, saya masih kelimpungan mencari bahan tulisan untuk deadline bulan depan, ditambah pekerjaan yang tidak selesai-selesai. Tidak, saya tidak mengeluh. Justru bersyukur karena saya masih bisa dipadatkan dengan kerja-kerja setelah resign sebagai pegawai kantoran terhormat. Kerja-kerja bagus untuk saya, secara mental dan finansial. Hehehe! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, sudah subuh lagi. Mungkin lebih baik tidur dulu. Tadi saya menemukan bercak darah di celana dalam saya. Damn. Mens lagi. Limbung lagi. Pingsan lagi. Sudahlah. Selamat tidur semua. Kapan-kapan saya teriak-teriak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cilandak, 17 Desember 2005&lt;br /&gt;welcome to earth, my new cousin...&lt;br /&gt;oh no... another cousin????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;[penyu berbicara dengan kentut... finding nemo memang tidak bisa dipercaya...]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-113493453351554227?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/113493453351554227/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=113493453351554227' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113493453351554227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113493453351554227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/12/tcuih.html' title='tcuih...'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-113405421657311975</id><published>2005-12-08T21:55:00.000+07:00</published><updated>2005-12-12T22:07:50.486+07:00</updated><title type='text'>Kereta Labu (Extended Version)</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Ada seketika waktu, tepat di sepersekian detik kibasan tongkat peri, beberapa keping harapku terpecah dan terbang padamu. Tapi kaki-kakiku membeku di depan sebuah tatap, dan aku mencoba mencari arti yang dikirimkan detak-detak jantungku serupa morse pada kesadaranku akan sebuah kehadiran. Mu. Ya, kamu. Yang berdiri di atas undak-undak batu, yang hanya tersenyum saat aku terpaku di dalam sepatu karetku, mencoba meninggalkan lantai dansa yang tak pernah kita injak. Tak pernah kita injak… Kita tak pernah berdansa bersama di sana, di balairung besar tempatku mempertaruhkan hatiku di tengah-tengahnya. Tidak. Kita hanya menyepi di tepian, memperhatikan setiap gerakan, menjaga debar tak terdengar, dan tak ada sepatu karet yang tertinggal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ada magi di tiap kedatangan dan gerbang-gerbang yang terbuka? Mengapa ada magi setiap kita terduduk di sana memperhatikan tiap tetes hujan? Mengapa ada magi saat malam ini terjemput ajal dan matahari menjemur pagi? Mengapa ada magi di deru knalpot keretamu atau pesan-pesan singkat atau apalah ketebelece rindu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengejar desing tongkat peri yang mulai terdengar kejauhan. Dengarkah? Desing itu telah kunantikan bermalam-malam, bahkan saat kau di depanku bercerita tentang baik buruknya harimu. Aku ingin desing itu merubahku segera, menjadi apa yang kuinginkan. Ah tidak! Menjadi apa yang kau inginkan! Atas aku! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, rubahlah aku wahai desing tongkat peri! Jauhkanlah segala debu-debu. Jadikan aku berkilau-kilau di antara langit malam. Jeratlah aku dalam dongeng-dongeng semalam, tentang cinta tentang rindu tentang harapan tentang hidup yang bahagia selama-lama-lama-lama-lama-lama-nya! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku adalah si putri malang itu! Yang tertunduk tak berdaya oleh kutukan demi kutukan para penyihir keparat. Yang terjerembab dalam sumur para patriark dan menunggu ksatria-ksatria berkuda putih menyelamatkanku dari dalamnya. Demi dewa-dewa! Betapa menderita! Bukankah aku cukup terkualifikasi untuk terciprat kerlip sinar tongkat ajaibmu, wahai peri? Bukankah kutukan-kutukan itu telah melanggar hak asasiku sebagai manusia sebagaimana tercantum dalam deklarasi-deklarasi yang diikrarkan oleh orang-orang seluruh dunia? Berbuatlah sesuatu, peri! Selamatkan aku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tidak, bunuhlah harapan ini sekarang juga! Di depannya, di depan ribuan malam yang kulewati sia-sia bersama para perompak yang mengacak-acak bahteraku sampai mengapung tanpa daya di tengah samudera. Bunuhlah! Aku tak butuh dijejali harapan-harapan ini jika mereka ada hanya untuk mencemoohkan keberadaanku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita tak lagi sempurna ketika harapan-harapan itu singgah di depan pintu kita? Harapan itu tak lagi menjadikanku manusia. Harapan itu akan selalu menyerang hidupku yang mapan, ajeg, lempang, dan utuh. Harapan itu akan mengoyak tembok-tembok kotaku, menyingkirkan keindahan yang kuciptakan berabad, dan mengembalikanku kepada keadaan kosong tanpa isi. Harapan itu menjadi benalu di antara kakiku, menyerap seluruh energiku dan merombak berlembar-lembar agenda hidupku, mempertanyakan semuanya! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rusak. Riuh. Runtuh. Retih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, mengapa masih ada harapan itu, bahkan saat aku tak lagi peduli dengan secuil pun dari dirimu? Bahkan saat hujan membawa semua rasa kembali ke sungai-sungai besarnya, ke samudera-samuderanya, lalu membiarkannya terbenam dan dimangsa taring-taring kelaparan. Bahkan mengapa ia tetap ada di kerjap pertama mata saat hari terbuka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah telah kau pikirkan aku? Jauh di dalam pejammu setelah sebaris rindu terlapis basa-basi gengsi kukirimkan dalam getar yang asing. Jauh di dalam rongga dadamu, saat punggung-punggung kita berbalik dan menyembunyikan sekian caci maki atas hening yang telah kita ciptakan sempurna di atas buncahan kata yang memenuhi tenggorokan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kita takutkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, malam ini aku hanya ingin menyingkirkan dusta sebelum kereta labu membawa compang-campingku pulang di dua belas malam dan mendudukkanku kembali di perapianku yang usang sambil menggigiti kepingan lelah yang kubuat semalaman saat mencarimu di koridor-koridor itu, hanya untuk mencari matamu dan berkata: “Aku mencintaimu. Titik. Puas?”&lt;br /&gt;Sepatu yang kutinggalkan itu, sama sekali bukan harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(jakarta, 10 Desember 2005)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-113405421657311975?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/113405421657311975/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=113405421657311975' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113405421657311975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113405421657311975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/12/kereta-labu-extended-version.html' title='Kereta Labu (Extended Version)'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-113397708143573137</id><published>2005-12-08T00:23:00.000+07:00</published><updated>2005-12-08T00:38:01.450+07:00</updated><title type='text'>Membaca, Menimbang, dan Memutuskan</title><content type='html'>Membaca:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahwa pihak pertama dengan sadar dan dalam kemampuannya telah memberikan beberapa pernyataan-pernyataan baik secara terang maupun diam-diam kepada pihak kedua tentang hal-hal yang dirasakannya dari beberapa pertemuan antara pihak pertama dan pihak kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menimbang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;segala tindakan yang dilakukan oleh pihak pertama kepada pihak kedua yang menyebabkan timbulnya prasangka dari pihak kedua bahwa pihak pertama telah mempunyai niat buruk sebagaimana yang tertuang pada pasal 1320 Kitab Undang-undang Hukum Perdata dan daripadanya itu telah terbukti memenuhi ketentuan yang berlaku pada pasal 1365 Kitab Undang-undang Hukum Perdata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memutuskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan kekuasaan yang diberikan kepada pengadilan, maka pengadilan memutuskan pihak pertama untuk menjauhi pihak kedua dan membayar semua ganti rugi immateriel yang diderita oleh pihak kedua berupa pernyataan tidak adanya perasaan berlebihan kepada pihak kedua yang telah menyebabkan sakit hatinya pihak kedua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebaliknya pengadilan meminta kepada pihak kedua agar melupakan apa yang pernah dikatakan maupun dilakukan oleh pihak pertama, dan segera memulai kehidupan yang lebih baik tanpa intervensi pihak pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pelaksanaan eksekusi dilakukan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah keputusan ini dibacakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;permohonan banding harap diberikan kepada panitera selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari didahulukan dengan perundingan antara pihak pertama dan pihak kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;demikian hasil keputusan ini adalah sah dan diakui oleh undang-undang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 7 Desember 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-113397708143573137?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/113397708143573137/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=113397708143573137' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113397708143573137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113397708143573137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/12/membaca-menimbang-dan-memutuskan.html' title='Membaca, Menimbang, dan Memutuskan'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-113352275936713490</id><published>2005-12-02T17:38:00.000+07:00</published><updated>2005-12-02T18:25:59.403+07:00</updated><title type='text'>Don't Hate Me Because I'm Beautiful (Sebuah Surat Panjang Untuk Danar)</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Sesungguhnya di subuh itu aku tak ingin menghiburmu. Tidak. Aku tidak terlalu sayang padamu karena jika aku sayang padamu aku tak akan memuntahkan berbagai kejujuran itu. Aku hanya kasihan kepada telingaku yang terus menerus mendengarkan ketidak-mampuanmu untuk melihat dirimu sendiri dan mendengarkan kau mengasihani dirimu sendiri. Aku lelah melihatmu merendahkan diri di hadapanku, saat satu orang laki-laki (lagi) berhasil kutaklukan sekali tepuk. Aku lelah, Danar. Dan kau tak kunjung jera. Ijinkan aku menamparmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah Cantik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, perempuan itu bangun dari tidurnya dan berkaca. Ia menemukan lubang hidungnya yang membesar dan mata yang lebam akibat terlalu banyak alkohol tadi malam. Ia menemukan lembar-lembar rambutnya yang berlari tanpa arah dan mulut yang bau naga. Dan ia pun berkata: aku memang cantik. Lalu ia mandi, menyabuni seluruh lipatan tubuhnya sampai bersih dan wangi, menyikati giginya dengan aroma mint, berpakaian model terkini, membedaki wajahnya agar T-Zone tidak terlalu berminyak, menyisiri dan merekatkan rambutnya agar tetap di jalurnya untuk satu hari. Dan ia pun berkata: aku memang cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada empat benua yang akan bilang mariana renatta itu jelek. Apakah mariana akan peduli dengan semua itu? Tidak, Danar. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;She doesn't give a damn about it&lt;/span&gt;. Karena itu adalah biasa, karena itu adalah selera. Pun mariana renatta tetap jelek di sekitar pegunungan Jayawijaya, karena di sana perempuan cantik adalah perempuan yang berpayudara melorot sampai perut, berambut keriting tipis hampir botak, dan berkulit sangat hitam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ada empat benua yang akan bilang seorang danar adalah jelek. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;So what gitu loh?&lt;/span&gt; Satu-satunya orang yang paling penting melihatmu cantik adalah dirimu sendiri. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Do not expect somebody to plant and decorate your own garden&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kecantikan itu ada di tanganmu sendiri, bukan di tangan seorang make up artist atau banci-banci salon kenamaan. Seorang perempuan yang sedang hamil selalu terlihat cantik dan menarik karena ia bahagia. Kita menjadi cantik karena kita bahagia dengan diri kita. Kata Annie Le'Cerc, kesadaran tubuh akan membuat seorang perempuan benar-benar merasa bahwa ia ada dan berkuasa atas dirinya. Sebuah teori yang tak mengada-ada kukira karena tubuhku adalah kuasaku sendiri. Menerima tubuhku adalah menerima keutuhanku sebagai manusia, dengan kelebihan dan kekurangannya, menjadi berbahagia karenanya. Jika kita telah berbahagia, Danar, maka dari situlah pancaran energi positif bertebaran keluar darimu. Energi yang akan menyapa orang-orang yang kau lewati setiap hari, energi yang akan membuat mereka menoleh dan ikut berbahagia bersamamu, energi yang juga akan diterima oleh bunga-bunga yang bermekaran di sekitarmu. Bahagiamu akan mewarnai wajahmu, lebih cerah daripada blush on-nya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;make up forever&lt;/span&gt;, menjadikanmu lebih cantik setiap hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah Terang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwasanya seseorang telah diberikan talenta-talenta yang berguna bagi hidupnya. Tak ada talenta yang cemen. Aku sangat bangga dengan kemampuanku mengetik 10 jari. Dan jika mempunyai suara dengan vibra kuat seperti yang kau punya, Danar, bisa kau bayangkan betapa mulianya aku di antara wanita: bisa nyanyi dan mengetik 10 jari! Seorang Danar adalah seorang perempuan dengan talenta-talenta. Dan seorang Danar sepantasnya berbangga karenanya, seperti aku berbangga berteman dengan satu-satunya penyanyi reggae perempuan di tanah air!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbanggalah dengan talentamu, Danar. Karena talenta itulah yang akan menerangi dunia, menggarami dunia. Jika kau sadar akan talentamu dan mempergunakannya semaksimal yang kau bisa, percayalah, kau tak lagi butuh satu nabi pun untuk mengerti tentang arti hidupmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah Danar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, jadilah danar, bukan orang lain. Karena orang lain adalah bukan Danar. Danar bukan Mbak In. Mbak In bukan Danar. Danar bukan siapa-siapa selain diri Danar sendiri. Mengeluhkan keberadaanmu sama saja dengan mengeluhkan segalanya. Mengeluhkan keberadaanmu adalah sebuah tindakan kurang ajar untuk orang tuamu, untuk leluhurmu, untuk saudara-saudaramu. Sejak kau di dalam perut ibumu, semua orang telah menantikan seorang Danar yang benar-benar Danar. Mereka tak pernah menantikan yang lain. Mereka mengharapkan keberadaanmu, selamat lahir di bumi, selamat mengarungi badai hidup paling pahit, sebagai Danar yang benar-benar Danar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, elu Danar. Apapun konsekuensinya, di dalam darahmu mengalir sejarah seorang Danar yang panjang, lebih panjang dari Sungai Nil, lebih tua dari umur kerak bumi. Susunan itu telah menghadirkanmu di sini, di negeri yang amburadul ini, bukan untuk disesali, tapi untuk dirasakan dan dipelajari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi? Berhentilah membenci dirimu sendiri. Berhentilah untuk mengkhawatirkan apa kata orang. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Don't hate yourself because you're beautiful&lt;/span&gt;. Berhentilah mencaci keadaanmu yang tidak lebih buruk dari orang-orang yang tidur di bantar-bantar kali. Karena dengan itulah kau menjadi manusia, dengan ketidak-sempurna-annya, menjadi bagian dari sebuah dunia: dunia Danar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(get it, sista? hehehe... i love you still and always)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-113352275936713490?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/113352275936713490/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=113352275936713490' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113352275936713490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113352275936713490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/12/dont-hate-me-because-im-beautiful.html' title='Don&apos;t Hate Me Because I&apos;m Beautiful (Sebuah Surat Panjang Untuk Danar)'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-113327942577504701</id><published>2005-11-29T22:20:00.000+07:00</published><updated>2005-12-02T17:28:48.046+07:00</updated><title type='text'>Comfort Zone (Radio Edit Version)</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;di wilayah jurisdiksi paling nyaman dalam hidupku, sesuap strawberry cheesecake mendarat dengan selamat di perutku bersama romansa hujan.  adonan krim keju manis meleleh di tenggorokan, meninggalkan ekstase hormonal di belakang kepala. bersama tumpukkan strawberry, aku berlayar menjauhi kesunyian malam. hanya ada aku dan strawberry cheesecake yang tinggal setengah di piringku. sebaris sms kukirimkan. aku belum mencintaimu. belum. tenang saja. malam ini adalah malam saat aku tak ingin jatuh cinta pada siapa-siapa. meski selayang sms telah mengganggu kesombonganmu dan keangkuhanku. aku hanya ingin mengingatmu, sungguh, ini bukan rindu. aku tak pernah ingin membuktikan apa-apa, tak ingin mengejar apa-apa. hanya ada aku, malam ini, bersama sepertiga strawberry cheesecake yang siap meluncur jatuh ke lambungku di wilayah jurisdiksi paling nyaman dalam hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(untuk sebuah malam yang kulewatkan bersama rickie lee jones, noa, lisa ekhdal, julia fordham, bebel gilberto, dan blossom dearie.)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-113327942577504701?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/113327942577504701/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=113327942577504701' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113327942577504701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113327942577504701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/11/comfort-zone-radio-edit-version.html' title='Comfort Zone (Radio Edit Version)'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-113312874070156106</id><published>2005-11-28T02:56:00.000+07:00</published><updated>2005-11-28T04:59:00.756+07:00</updated><title type='text'>Please Make Me Feel Like A Natural Woman</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Semua, ya, hampir semua orang yang baru mengenal saya atau bahkan yang sudah lama mengenal saya pasti akan menilai atau menstigmakan saya seperti ini: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;perempuan tomboy anak kota dengan obsesi tinggi menjadi seorang in-telek-tual feminis&lt;/span&gt;. Anjrit! Sumpe loh!? Asal tahu saja, saya sering kehilangan prospektus pacar ganteng gara-gara stigma seperti itu! Itu benar-benar tidak bagus untuk perkembangan kehidupan sosial saya! (Hehehe!) Satu sisi, stigma itu membuat saya GR, tapi di sisi lain saya curiga bahwa itu adalah ejekan. Dan akhir-akhir ini rasa curiga saya lebih besar dari GR saya. Saya lebih melihat adanya ketakutan di balik pemberian stigma itu, dibanding kekaguman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK. Memang benar, saya selalu berusaha untuk menjadi lebih pintar. Saya yang sekarang adalah saya yang lebih pintar daripada 10 tahun lalu. Saya kira itu adalah sebuah kelumrahan yang harus dilakukan oleh setiap orang yang mempunyai akal budi dan kehendak bebas. Ditambah lagi, orang tua saya sudah mengeluarkan uang sangat banyak untuk sekolah saya dari TK sampai perguruan tinggi. Kalau tidak tambah pintar, ngapain saya sekolah? Tapi dunia yang patriarkis ini seakan-akan gerah dengan perempuan-perempuan yang kepingin pintar. Jadi kalau lihat ada cewek pinter dikit, langsung dikasih stigma seperti itu. Perempuan pintar sebenarnya kayak apa sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya sih, perempuan-perempuan pintar itu pasti doyan baca. Bacaannya juga khusus dong! Baca novel-novel kelas berat, atau buku-buku sospolbudhankam. Perempuan pintar nggak akan baca tabloid gosip sinetron, majalah wanita banget, atau ramalan bintang. Perempuan pintar pasti ogah ikut arisan, karena di arisan banyak ibu-ibu atau perempuan-perempuan yang doyan ngomongin rumah tangga orang lain, ngomongin mobil barunya si anu, ngomongin anaknya si anu yang autis, atau si anu yang "MBA", pesta diskonnya mall ini mall itu, multilevel marketing, atau bazaar &lt;span style="font-style:italic;"&gt;l'oreal&lt;/span&gt;. Perempuan pintar pasti nggak akan menghabiskan waktu berjam-jam di mall cari stilleto yang tidak semahal stilleto-nya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;manolo blahnik&lt;/span&gt;. Dan perempuan pintar pasti nggak akan ikutan PKK!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;KLANG!!!!!!! GUBRAK!!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, OK. Cukup. Kesabaran saya agaknya sedang diuji di sini. Dari pada marah subuh-subuh, ijinkan saya, si perempuan pintar itu, untuk memberikan sedikit pencerahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini saya lebih senang berkumpul bersama teman-teman perempuan saya. Teman-teman saya jauh lebih pintar dari saya. Mereka ada yang novelis, sejarawan, menejer perusahaan besar, editor majalah, pengusaha, pengacara, seniman grafis, dosen atau mahasiswa S3 di sebuah universitas paling bonafid di Eropa sana. Semua okupasi mereka bisa membuat banyak laki-laki keringat dingin, dibandingkan dengan saya yang cuma penulis lepas binti miskin ini. Tapi dengarkan obrolan kami saat kami bertemu di gerai kopi sebuah mall atau city walk. Pasang telinga anda baik-baik dan jangan kaget dengan pembicaraan kami yang berkisar : proses cerainya Tamara Blezinsky, sepatu stilleto, fesyen terkini, cara cepat melangsingkan tubuh, melonjaknya harga pampers di carrefour, perbandingan harga serta kualitas antara compact powder merek &lt;span style="font-style:italic;"&gt;make up forever&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bobby brown&lt;/span&gt;, ngegosipin djenar atau cowok metrominiseksual yang baru saja lewat sambil melirik ke arah kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecewa? Lebih baik jangan. Karena kami menyadari bahwa kami seutuhnya perempuan, dengan bawaan orok yang khas perempuan. Karena sesungguhnya, di balik kepribadian gotik atau gaji berpuluh dijit atau tato kupu-kupu di dekat pantat atau buku-buku yang tersusun di rak-rak kami, ada hal-hal yang tak ingin kami hilangkan dari keperempuanan kami. Dengan tidak berusaha menjadi feminis, saya ingin memaparkan hal-hal berikut agar bisa dipikir-pikir lagi jika suatu saat anda ingin memberikan stigma 'pintar' dan 'tidak pintar' kepada perempuan-perempuan dalam hidup anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah RA Kartini, Dewi Sartika, serta Ki Hajar Dewantara bersusah payah mendidik bangsanya yang buta huruf dan bodo-bodo ini, maka kegiatan membaca adalah sebuah kegiatan yang sangat berharga. Untuk itu, membaca apa pun adalah tidak haram hukumnya. Mau itu tabloid kek, ramalan bintang kek, poskota kek, bahkan teka teki silang edisi eva arnaz juga tidak masalah sebenarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat bersyukur melihat seorang ibu rumah tangga dengan khusyuk membaca tabloid Nova, Bintang Indonesia, atau apa pun yang tidak berat-berat itu. Karena mereka sebenarnya secara tidak disadari masih dikenakan pembatasan 'wilayah bacaan' oleh budaya patriarki. Dan sebenarnya isi tabloid-tabloid itu tidak jelek-jelek amat. Berbagai rubrik di sana berusaha membuka mata ibu-ibu di wilayah domestik, dari resep masakan sampai 'penyuluhan' kekerasan dalam rumah tangga yang disajikan lewat kisah-kisah nyata. Di tabloid itu juga, ibu-ibu rumah tangga disediakan ruang atau bahkan menciptakan ruang bagi mereka sendiri untuk berinteraksi dengan dunia luar dan mengkapasitasi diri mereka dengan pengetahuan domestik yang lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika yang menjadi masalah adalah pilihan bacaan itu sendiri, maka yang perlu disadari adalah masih minimnya akses bacaan untuk perempuan. Dulu tidak banyak orang tua yang 'mengijinkan' anak perempuannya untuk sekolah sangat tinggi (di luar kapasitas biaya) sehingga rentang pilihan bacaannya pun sesuai dengan minat yang sudah dibatasi itu. Ditambah lagi adanya bias gender akan pilihan bacaan. Buku-buku ilmiah atau apalah yang 'berat-berat' itu adalah buku-bukunya lelaki. Merubah 'budaya' membaca bagi kaum perempuan ini memakan waktu yang sangat lama dan dibutuhkan kebijakan struktural yang kondusif serta revolusioner. Banyak negara-negara maju yang membutuhkan ratusan tahun agar perempuan-perempuannya ikut maju setelah pertama kali perempuan-perempuan mereka dibebaskan dari buta aksara. Biarkan saja perempuan membaca, apa pun yang mereka mau, karena dari situ sedikit demi sedikit perempuan sebagai manusia pun akan mencari hal-hal baru, bacaan-bacaan baru atau yang "lebih berat" daripada tabloid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: Eka Kurniawan, pengarang novel Cantik Itu Luka, meminjamkan novel itu ke seorang ibu rumah tangga di sebuah komplek perumahan. Tak disangka, tak dinyana, novelnya (yang audjubillah "berat"nya itu) ternyata beredar dari satu ibu ke ibu lain di kompleks itu. Ibu-ibu itu sangat menyukai Cantik Itu Luka dan bahkan membahas novel itu di arisan mereka. Bayangkan! Itu hal yang mengharukan bagi saya. Jangan remehkan ibu rumah tangga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Arisan dan PKK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada salah satu hak asasi manusia dalam piagam PBB yang menyatakan: setiap manusia bebas untuk berserikat dan berkumpul. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Arisan is one form of the right&lt;/span&gt;! Ikut arisan bukanlah sebuah bentuk pembodohan. Di sana, perempuan-perempuan (ibu rumah tangga) berkumpul untuk saling update tentang kegiatan-kegiatan bersama bahkan untuk sekedar curhat. Di sini lagi-lagi ada ruang yang berusaha diciptakan oleh perempuan untuk mengekspresikan dirinya di luar wilayah domestik. Waktu saya masih bekerja di periklanan, saya mengikuti arisan ini untuk mengetahui problematika perempuan di wilayah domestik yang sering keluar dari mulut-mulut mereka ketika mereka bergosip atau curhat. Di situ saya bisa merangkum hal-hal apa saja yang dibutuhkan oleh target market, juga visi mereka dari yang paling sederhana maupun yang paling rumit. Jika anda ingin tahu masalah perempuan dan bagaimana menghadapi perempuan, ikutlah arisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi dengan kegiatan bernama PKK itu! &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Astaghfirullah...&lt;/span&gt; Semoga Tuhan mengampuni Ja'far Umar Thalib yang telah merendahkan martabat ibu-ibu PKK di IAIN Sunan Kalijaga baru-baru ini. Kegiatan PKK, di luar kecurigaan akan adanya doktrin-doktrin orde baru di sana, adalah sebuah kegiatan luar biasa positif yaitu membagi pengetahuan bagi para ibu untuk meningkatkan kualitas hidupnya dan keluarganya. Karena PKK menyadari kapasitas perempuan sebagai manusia yang kuat, yang bisa menanggulangi berbagai urusan domestik sekaligus sebagai partner setara laki-laki. Lagi-lagi, saya sangat bersyukur ibu saya dulu adalah anggota PKK, di mana ia mendapat banyak pengetahuan tentang pemenuhan gizi anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkumpulan-perkumpulan perempuan baik yang hanya arisan sampai organisasi basis politik adalah sesungguhnya sebuah daya dari kaum perempuan untuk keluar dari berbagai pagar yang selama ini berdiri kokoh di sekitar keberadaan mereka. Jika arisan saja masih diberi label sebagai kegiatan yang tidak perlu dan buang-buang waktu, perempuan tidak akan bisa mengekspresikan dirinya di tengah gempuran budaya patriarki seperti sekarang ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi penulis seperti saya, atau perempuan-perempuan seperti teman-teman saya itu sebenarnya tidak begitu istimewa atau kinclong seperti yang dipikirkan selama ini. Karena setiap perempuan mempunyai dasar untuk bisa menjadi seperti perempuan-perempuan hebat dalam sejarah manusia jika memang diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan dirinya. Saya tidak mengenal jargon-jargon feminisme. Saya hanya percaya bahwa perempuan adalah juga manusia, seperti laki-laki, yang mempunyai hak untuk pintar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;:buat cowok-cowok minder itu dehhhh... hahaha!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-113312874070156106?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/113312874070156106/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=113312874070156106' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113312874070156106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113312874070156106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/11/please-make-me-feel-like-natural-woman.html' title='Please Make Me Feel Like A Natural Woman'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-113281451487826454</id><published>2005-11-24T13:37:00.000+07:00</published><updated>2005-11-24T13:41:54.893+07:00</updated><title type='text'>Di Antara</title><content type='html'>di antara tumpukkan paragraf laporan rapporteur khusus perserikatan bangsa-bangsa dan cerita pendek para penerima nobel perdamaian. di antara beratus-ratus batang rokok yang kuhisap bermalam-malam. di antara sapaan dan curhatan sahabat di fasilitas bincang-bincang via internet. di antara sepasang mata naga kecil dan labrador kapas yang tak henti menatapku dari atas monitor dan CPU. di antara kejengkelan dan kesedihan yang lewat tak permisi. di antara suhu badan yang meninggi dan jam-jam biologis yang kacau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya, di antara itu semua, kau berdiri tak geming antara ada dan tiada, mencuri rinduku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-113281451487826454?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/113281451487826454/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=113281451487826454' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113281451487826454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113281451487826454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/11/di-antara.html' title='Di Antara'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-113273525992319800</id><published>2005-11-23T15:34:00.000+07:00</published><updated>2005-11-23T15:40:59.933+07:00</updated><title type='text'>Aurora</title><content type='html'>di sepersekian detik dari gol kedua nistelrooy yang cantik itu, aurora menatap ujung jarinya yang berdarah akibat jarum pintal nenek sihir yang dikirim via sms. di tetesan pertama ia melihat mimpi paling ajaib yang pernah ia punya: seorang pangeran akan membangunkannya dari tidur yang sangat panjang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-113273525992319800?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/113273525992319800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=113273525992319800' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113273525992319800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113273525992319800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/11/aurora.html' title='Aurora'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-113242249255528947</id><published>2005-11-20T00:39:00.000+07:00</published><updated>2005-11-20T00:48:12.573+07:00</updated><title type='text'>Kereta Labu</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;aku adalah cinderella itu, yang menyembunyikan gempar dada di ketukan sepatu karetku. aku tak pernah ingin berada di atas undak-undak, di mana kau berdiri dan membekukan langkahku sekali tatap. tapi kita tak pernah berdansa bersama, di balairung besar tempat aku mempertaruhkan hatiku di tengah-tengahnya. tidak. kita hanya menyepi di tepian, memperhatikan setiap gerakan, menjaga tiap debar agar tak terlalu terdengar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesungguhnya, malam ini aku hanya ingin menyingkirkan dusta sebelum kereta labu membawa compang-campingku pulang di dua belas malam dan mendudukkanku kembali di perapianku yang usang sambil menggigiti kepingan lelah yang kubuat semalaman.&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;maybe, i'm just amazed...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-113242249255528947?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/113242249255528947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=113242249255528947' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113242249255528947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113242249255528947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/11/kereta-labu.html' title='Kereta Labu'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-113206008854060380</id><published>2005-11-15T19:42:00.000+07:00</published><updated>2005-11-15T20:08:08.556+07:00</updated><title type='text'>Kabut</title><content type='html'>yang turun dari bajumu&lt;br /&gt;ke debarku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-113206008854060380?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/113206008854060380/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=113206008854060380' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113206008854060380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113206008854060380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/11/kabut.html' title='Kabut'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-113157680540385259</id><published>2005-11-10T05:37:00.000+07:00</published><updated>2005-11-10T05:53:25.426+07:00</updated><title type='text'>Cinderella Man</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Karena cinta telah melahirkan petarung-petarung dengan kepal tinju teracung. Mengerti akan jiwa-jiwa yang merindukan kemenangan. Selalu mencari bertetes-tetes keringat dan tiap gores luka-luka perjalanan. Meninggalkan kebanggaan di baju-baju zirah yang tergeletak di depan pintu dan epitaph-epitaph tanpa nama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena cinta telah menyuruhmu untuk menjadi cahaya dalam gubuk-gubuk hatimu. Menyelimutimu dari gigitan angin musim yang keji dan dahak tuberkolosis. Menentramkan mata-mata yang terkatup lelap, yang menantimu pulang. Melengkapi setiap rangkai doa yang melepasmu terbang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena cinta selalu jadi alas sepatu bututmu saat menyusuri tembok-tembok batu, benteng-benteng yang pernah mengkaramkan kejayaan. Cinta telah membuatmu ada, di depan dan di belakang, di sisi-sisi terlemahku, di raung kekuatanku. Karena cintalah yang membuatku bertahan, membuatku melihat, membuatku mendengar, membuatku mengerti setiap arti pelukmu di awal dan akhir tidurku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;[thank you, mr. howard, for making such a beautiful movie]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-113157680540385259?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/113157680540385259/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=113157680540385259' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113157680540385259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113157680540385259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/11/cinderella-man.html' title='Cinderella Man'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-113154266569606929</id><published>2005-11-09T20:22:00.000+07:00</published><updated>2005-11-09T20:24:25.720+07:00</updated><title type='text'>Pertanyaan Dari Sebuah Subuh Untuk Mata Yang Menyala Itu</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Perempuan itu melepaskan sepatu dari telapaknya yang lelah. Ketika ia mulai menapaki lantai keramik putih dingin itu, ia menemukan taman bermain yang porak poranda di ruang tamunya. Batang-batang lego yang bertebaran, kapal laut yang karam di kaki meja, mobil balap tak berlintasan di sela-sela sofa, dan beberapa boneka binatang yang berpencar dengan posisi jatuh yang aneh, dan suara televisi yang menyala di tengah kesunyian. Ia berusaha tidak merubah letak seperti petugas forensik yang tak ingin merubah tempat kejadian perkara untuk mendapatkan sebuah causa. Tapi ia telah mendapatkan dua causa mungil yang sedang nyenyak tak terganggu tergeletak di atas tumpukkan bantal-bantal di depan televisi yang menyala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu menghela nafas paling panjang dalam hidupnya. Taman bermain yang porak poranda itu sedang menunjukkan arah hidupnya, bahkan mungkin arah matinya. Kadang-kadang ia ingin tahu apa yang ada di dalam mimpi dua causa mungilnya. Apakah mereka sedang berada di sebuah taman bermain besar dimana mereka sedang menjadi raksasa dan berencana untuk menggulingkan semua wahana bermain di sana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu menghembuskan nafasnya dalam irama paling teratur dan dalam. Dengan selintas gerakan ia mengangkat satu causanya dan membaringkannya di atas dipan berbentuk panda. Lalu ia kembali bagai sekilat bayangan dan melakukan hal yang sama pada satu causa yang tersisa. Inikah cinta? Atau pengabdian? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telinganya menangkap segerak suara. Setelah dua keping kecup ditempelkan di dahi-dahi mungil yang tergeletak di perut panda, ia kembali sekelebat berlalu. Kakinya menapaki lantai keramik putih dingin dengan hati-hati, tak ingin menyentuh arah hidup dan matinya yang sekarang menuntunnya ke sebuah bilik dengan pintu yang terbuka. Dadanya berdenyut keras satu kali. Di sana ada punggung, yang menyelinap diam-diam selama bertahun-tahun, selama berlaksa abad, selama berpijar semesta. Apa yang kau harapkan? Ini cinta atau pengabdian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebilah senyum dalam toleh itu, yang telah merawat sebuah debar di setiap harinya. Inikah pengabdian cinta?&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-113154266569606929?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/113154266569606929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=113154266569606929' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113154266569606929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113154266569606929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/11/pertanyaan-dari-sebuah-subuh-untuk.html' title='Pertanyaan Dari Sebuah Subuh Untuk Mata Yang Menyala Itu'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-113082110605122472</id><published>2005-11-01T09:56:00.000+07:00</published><updated>2005-11-01T11:58:26.093+07:00</updated><title type='text'>Bluetooth</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Saya terhenyak ketika membaca koran pagi itu dan di sana terberitakan bahwa burung puyuh adalah salah satu hewan yang dapat mencampur gen virus-virus flu burung menjadi virus baru. Istilahnya: &lt;em&gt;mixer&lt;/em&gt;. Seperti babi. Saya suka burung puyuh dan saya pemakan daging babi. &lt;em&gt;So what?&lt;/em&gt; Apakah saya harus menembak burung-burung yang sedang bermigrasi untuk dipanggang untuk menggantikan unggas ternak yang sudah terkena H5N1? Apakah saya harus merelakan diri memakan daging sapi sementara saya tidak menyukainya? Saya memang berencana menjadi vegetarian, tapi tidak sekarang. Jadi vegetarian bukannya murah, malah lebih mahal daripada menjadi omnivora. Dan bagaimana jika H5N1 menyerang kacang buncis? Saya punya alasan untuk menjadi paranoid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu di dataran Cina, orang hanya mengenal 2 sumber penyakit: setan dan cacing. Untuk mengusir setan, dilakukanlah persembahan-persembahan dan diciptakanlah mantra-mantra. Untuk membunuh cacing, diramulah segala batang ranting buah daun menjadi obat-obatan yang akhirnya mentahbiskan orang-orang kulit kuning itu sebagai bangsa berperadaban maju yang melahirkan tabib-tabib berkualitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malah pada perkembangannya, orang bisa saling mengirimkan penyakit lewat "&lt;em&gt;de-materialisasi&lt;/em&gt;" benda-benda dari satu tempat ke tubuh seseorang. Hebat kan? Di kepulauan kita namanya santet, teluh, pelet, dll. Beberapa kebudayaan lain juga mengenal hal ini, seperti voodoo di kepulauan Haiti. Inilah yang dimaksud akar teknologi bluetooth paling purba: memindahkan data tanpa melakukan penetrasi antar perangkat keras. Sayangnya belum bisa bikin anak dengan cara seperti ini. Kalau dapat dilakukan, bisa dibayangkan berapa juta anaknya Brad Pitt di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara "&lt;em&gt;bluetooth&lt;/em&gt;" ini biasanya digunakan sebagai &lt;em&gt;kendaraan&lt;/em&gt; dalam melakukan tindak pidana penganiayaan sampai pembunuhan berencana. Cara ini tragis, lebih tragis daripada akibatnya pada si korban. Ketragisannya adalah pada si pelaku kejahatan yang menggunakan mediator (dukun) sebagai pelaku de facto. Ini membuatnya sulit untuk didakwa atau dituduh sebagai pelaku, padahal dia otaknya bukan si dukun yang notabene hanya melakukan tindakan atas perintah dan dibayar pula alias profesional! Pengecut kan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah yang dilakukan oleh penjahat-penjahat kelas kakap bin pengecut. Menyuruh orang lain untuk membunuh sasarannya. Dan mereka masih ingin disebut penjahat kelas kakap. Aneh kan? Lebih aneh lagi adalah ketika mereka lebih ingin disebut sebagai pembela kebenaran, pembela agama, pembela tetek bengek yang tidak perlu dibela. Mutlak anehnya adalah ketika mereka meng-kelak-kan surga pada pembantu-pembantu tindak kejahatannya. Surga? Di Arab yang kering dan di Eropa yang dingin, surga adalah negara tropik penuh pohon pisang dan nanas dan matahari bersinar terang gratis. Di negara tropik, surga adalah di Arab yang tandus dan di Eropa yang bersalju. Terbang pakai Singapore Airlines sudah bisa sampai surga! Ngapain pakai bunuh orang? Aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada setan dan cacing, atau bahkan H5N1 dan dengue dan AIDS, nampaknya penyakit paling berbahaya yang diderita oleh manusia adalah kebodohan. Nah, penyebaran virus kebodohan ini juga "&lt;em&gt;bluetooth&lt;/em&gt;", tanpa ditampar, tanpa disuntik, tanpa ditancap flashdisk. Bisa menyebabkan tragedi kemanusiaan dengan bantuan TNT, C4, dan bahan-bahan peledak lainnya. Bisa menyebabkan dipangkasnya kepala-kepala para tunas bangsa yang sedang kepingin pintar alias berangkat sekolah. Kebodohan menghasilkan pesakitan yang tidak bisa disembuhkan oleh mantra maupun jamu-jamuan apa pun. Kebodohan hanya bisa disembuhkan oleh niat memintarkan diri yang didukung oleh kebijaksanaan struktural maupun kebijaksanaan internal, bukan dengan dalih-dalih subconscious yang membahayakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, mengapa tidak makan ayam atau burung puyuh atau babi hanya karena ingin terhindar dari H5N1 kalau di koran sudah ditulis cara menghindari virus itu tanpa harus kelaparan? Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelud, 1 November 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(thanks buat pillar dan fanny yang udah ngasih lucu-lucuan bangun tidur soal "&lt;strong&gt;bluetooth&lt;/strong&gt;")&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-113082110605122472?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/113082110605122472/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=113082110605122472' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113082110605122472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113082110605122472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/11/bluetooth.html' title='Bluetooth'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-113043188444111256</id><published>2005-10-27T23:37:00.000+07:00</published><updated>2005-10-30T03:23:29.243+07:00</updated><title type='text'>Spiritual Journey</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Seberapa jauh kita mengenal diri kita sendiri? Apakah saat kita berkaca setiap pagi, menyisir rambut sampai rapih, membedaki wajah kita, dan memaki setiap lekuk yang tidak sinkron di tubuh kita, kita telah telah mengetahui dan mengenal diri kita? Ya, mungkin begitu. Semakin kita mengetahui berapa panu yang menempel dengan manis di kulit kita, semakin kita mengetahui bahwa kita tidak baik-baik saja. Semakin kita hafal perbandingan tiga bagian tubuh kita dengan baik, kita semakin mengetahui bahwa kita tidak pernah diciptakan sempurna. Lalu mengapa kita masih bisa gila?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pun melengkapi pengenalan kita akan diri dengan membekali jaringan kelabu kita dengan ribuan pengetahuan. Bagaimana menyeberang jalan raya yang baik, bagaimana memotong wortel dengan benar, bagaimana bumi berputar, bagaimana kuda nil menceboki pantatnya. Kita memotong kepala untuk mengetahui bagaimana otak kita bekerja, meneropongi bintang-bintang untuk mengetahui batas jagad raya. Menelusuri asal-usul kita. Lalu mengapa kita masih bisa gila?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kita tak tahu tentang rasa, nun jauh di dalam rongga tak dikenali dalam tubuh kita. Bagaimana bentuknya? Bagaimana rasa bekerja? Apakah? Siapakah? Sejauh apa kita mengenal rasa di setiap langkah hidup? Sedalam apakah kita memaknainya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu lalu, saya sedang tak ingin berada di tengah semesta. Saya ingin minggir, berdiri di tepian waktu yang hening dan jauh. Saya ingin menyingkirkan keberadaan saya, mencercap setiap tetes waktu yang jatuh di sekitaran saya. Saya menemukan diri saya di sana, seorang monster penuh carut luka bernanah. Saya terkesiap beberapa detik sebelum menjerit sekeras-kerasnya, menangis sepuas-puasnya. Begitu buruknya monster itu. Dia lama berdiam dalam rongga saya, menggerogoti keberadaan saya, mencerabut jati diri saya hingga saya tak lagi bisa merasakan tubuh saya, daging-daging saya, aliran darah saya, bahkan detak jantung saya. Saya tidak berlebihan. Itulah yang saya rasakan ketika monster itu berdiam di dalam saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monster itu mengikuti setiap langkah saya. Memegang tangan saya ketika saya membuat tulisan-tulisan saya. Menampung semua sakit yang saya kumpulkan. Ya, monster hijau bernanah itu adalah saya. Dan saya telah melukainya, mencercanya sampai buruk rupa, menguliti kebahagiaannya. Saya menawannya dalam jeruji keindahan dan kepatutan. Sebagaimana Hunchback of Notredame di dalam menara loncengnya. Saya mengetahui dia di sana, tapi saya tak pernah ingin melihatnya karena ia begitu buruk rupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih berdiri di tepian waktu yang hening dan asing. Mencoba membangun keberanian saya, untuk melihat monster itu berdiri di depan saya, menyeringai sambil menatap dengan bola matanya yang seperti berteriak minta tolong. Saya menangis. Menangis dan menangis. Monster itu terseok mendekati saya. Saya bisa mencium bau lendir nanah yang menetes dari mulutnya. Tak berapa lama ia menangis, menangis bersama saya. Seketika itu juga saya tak ingin dia pergi. Saya ingin dia menangis bersama saya, untuk yang pertama kalinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasakan kulit saya meleleh pelan-pelan, saya lumer di lantai itu. Lumer bersama semua air mata yang saya keluarkan puas-puas. Monster di depan saya itu pun meleleh. Cairannya menyatu dengan cairan saya. Kami pun lebur setelah sekian lama terpisah dalam bentuk rasa. Kami membiarkan tubuh kami berdua membanjiri lantai itu. Setelah semua tangis keluar dan kami telah menjadi cairan paling ajaib yang pernah ada di dunia, kami pun menyatu selayaknya lilin yang kembali membeku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelehan beku itu menjadi tubuh saya yang baru, kosong tanpa luka. Semesta ada di hati saya, semesta adalah hati saya. Semua putih tanpa perih. Tiba-tiba ada denyut. Bukan jantung. Bukan nadi. Itu rasa. Ya, saya akhirnya merasakan sebuah rasa berdenyut di dalam saya. Saya tak mengenali diri saya yang ini, tapi saya bahagia. Lengkap dan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membuka mata dan kembali di tengah selingkar cinta. Menemukan berpasang-pasang mata yang mendekap saya, yang menyaksikan sejarah saya lewat tanpa terhalang apa-apa. Dengan mudah saya bisa menangkap tali temali rasa yang telah mereka ikatkan kepada saya, menjaga agar saya tak lagi jatuh, meyakinkan saya bahwa saya baik-baik saja. Saya telah mengenal diri saya, komplit dan utuh. Segala keburukan saya. Segala berkas-berkas bahagia yang pernah dirampas luka masa lalu telah saya rebut kembali dan saya taruh dalam peti rasa saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menarik nafas dalam-dalam, menikmati setiap denyut rasa yang mengaliri rongga-rongga tubuh saya. Di tangan saya ada sekantong remah luka yang telah selesai dan siap saya bagikan kepada dunia. Nantikan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Yogyakarta, 24-29 October 2005&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;a forever thanks for the band of spiritual brothers: &lt;strong&gt;Mas Atmo, Mas Koko, Mas Danar, Mas Dharsono, Pak De, Mas Bagus,&lt;/strong&gt; and &lt;strong&gt;Mas Wawan&lt;/strong&gt;. My sisters: &lt;strong&gt;Dian Astrid Widjaja&lt;/strong&gt; and &lt;strong&gt;Dyah Astuti Retnaningtyas&lt;/strong&gt;. Also those unforgetable moments at angkringan UNY, kantin BonBin Filsafat UGM, dalem Sukintakan and Sanden beach.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-113043188444111256?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/113043188444111256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=113043188444111256' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113043188444111256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113043188444111256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/10/spiritual-journey.html' title='Spiritual Journey'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-113004982643309260</id><published>2005-10-23T13:28:00.000+07:00</published><updated>2005-10-23T14:18:27.956+07:00</updated><title type='text'>Sleeping With Butterfly</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;sebuah tanda lahir seperti bercak kupu di punggungmu, mengingatkanku pada peta harta para perompak. jejariku berjingkat di sana, saat matahari mencuri senja. kau memang kupu tanpa sayap-sayap rapuh itu, yang merentang dada untuk saat kuserahkan pedihku, yang memeras peluh saat teguh cinta tertelan ramai cerca. &lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-113004982643309260?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/113004982643309260/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=113004982643309260' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113004982643309260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113004982643309260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/10/sleeping-with-butterfly.html' title='Sleeping With Butterfly'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-113001261733396105</id><published>2005-10-23T03:11:00.000+07:00</published><updated>2005-10-23T13:26:00.996+07:00</updated><title type='text'>Nocturnal Solitude (episode 2)</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;malam itu, di seberang telaga basah kamu menatapku. ya, itu memang kamu. gelap dan dekat. seketika itu juga semesta nyaringkan nyanyian. menyapa hati yang terbata. angin membuaiku menuju lintas-lintas pertemuan, membawa jiwa-jiwa dari abad-abad gelap dan asing. aku menyetubuhi aksaramu, dan menemukanmu. dua depa dari jantungku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(i'm breathing far away from you...)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu malam mulai merindu-rindu. menjebak rasa dalam ribuan niscaya yang tak yakin genap. aku kesiap di pekurku, menerjang mimpi-mimpi yang bisa menjawab kehadiranmu. arus emosi mengaliri jalan panjang pemburu waktu. sebilah renung tertelak oleh namamu. tombak-tombak yang memagari resahku pun tumbang lalu. ada derapmu di nadiku. telah kumaknai marka-marka sampai di setetes suara jatuh di sana, di sebuah kota yang purba dan kering. kau terduduk di pinggir penantian mendengarkan tutur dari bibirku yang tak henti memburai dan mengurai resah yang lama endap. selaksa sudah asaku memintamu lahir kembali di jam-jam yang berlari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(i'm breathing far away from you...)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dapatkah kau rasakan hembusku? hembus yang renta, serenta kaki-kaki kita yang pernah mendaki bebukitan tua, mencuri temu, menerabas adat. bila nama-nama kita telah tertulis di lontar-lontar maha cinta, dan bila amarah dewa-dewa puas menghempaskan tubuh-tubuh kita terpisah lama, mengapa duka masih terkarma?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(absence is unfair...)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-113001261733396105?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/113001261733396105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=113001261733396105' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113001261733396105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/113001261733396105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/10/nocturnal-solitude-episode-2.html' title='Nocturnal Solitude (episode 2)'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-112906589021416134</id><published>2005-10-12T03:50:00.000+07:00</published><updated>2005-10-12T04:27:34.106+07:00</updated><title type='text'>The Circle of Libras</title><content type='html'>seorang karib berkata bahwa dia sedang jatuh cinta dengan seorang berbintang libra. kemudian dia menanyakan kepada saya tentang libra, dia tak pernah berurusan dengan seorang libra. saya mengingat-ingat, lalu yang ada saya kaget sendiri. di kehidupan dewasa saya, ternyata saya dikelilingi oleh puluhan libra! bahkan saya terlahir dari dua orang libra! mengapa saya tidak pernah menyadarinya... lalu saya pun berceloteh panjang tentang suka duka bersama para libra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebenarnya saya cukup menderita saat berinteraksi dengan libra-libra ini. para libra adalah orang yang lumayan tidak gegabah dalam mengambil keputusan, lebih banyak didominasi oleh otak kiri, termasuk ibu saya. tapi libra juga bisa sangat perasa, kadang-kadang bisa melebihi pisces. para libra adalah orang-orang yang lumayan ambisius sampai sangat ambisius sekaligus humanis karena mereka sangat tidak tegaan. untuk pengambilan keputusan, bintang berlogo timbangan ini hanya akan mengambil keputusan untuk hal-hal yang 'terukur' dan 'terarah'. mereka selalu mempertanyakan alasan di balik sebuah tindakan dan jika alasannya benar, mereka akan ngotot (atau cenderung nyolot) untuk mempertahankannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai seorang pisces, maka bisa dibilang saya cukup menderita di tengah libra karena sifat-sifat pisces saya yang 'tidak matching' dengan para libra ini. tapi herannya, di mana-mana saya selalu bertemu dengan libra dan orang-orang yang selalu saya mintakan nasehat semuanya berbintang libra! sepertinya saya tidak terlalu menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di bawah naung libra saat ini, saya khususkan untuk mengucapkan ulang tahun kepada para libra-Ku yang tersayang: Muhammad Sirat Abdullah (30 Sept), Rufina Palupi Ediningtyas (15 Oct), Adinda Simandjuntak (30 Sept), Irawaty Hutabarat (16 Oct), Idaman Andarmosoko (8 Oct), Abiyoga Pakpahan (8 Oct), Aidil Octaviandy (6 Oct), Fransiskus Parera (3 Oct), Novi Ursula (24 Sept), Qarima Marga (10 Oct), Nita Asterina (19 Oct), Octarano Sazano (12 Oct), Gabrielle Medina Sumendap (14 Oct), and my Twins Raditya - Marendra (1 Oct).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-112906589021416134?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/112906589021416134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=112906589021416134' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112906589021416134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112906589021416134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/10/circle-of-libras.html' title='The Circle of Libras'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-112896994189119580</id><published>2005-10-11T01:40:00.000+07:00</published><updated>2005-10-12T01:49:56.580+07:00</updated><title type='text'>Butterfly In My Stomach</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;saya melihatnya mondar-mandir dengan resah. sesekali matanya mengarah kepada saya, tapi kosong. ia ada di tempat lain. berkali-kali dia menghembuskan asap rokoknya ke udara, dan beberapa kali ke wajah saya, dan saya melihat sebuah kejengkelan yang amat sangat di matanya ketika melihat saya sedang menatapnya. saya tertunduk. saya tidak tahu salah saya dan saya masih tertunduk. saya mengambil tas saya lalu memakai sepatu saya dengan diam. setelah saya selesai berberes, saya tidak mendapatinya di mana pun, padahal saya hendak berpamit. beberapa menit kemudian saya sudah meninggalkan rumah itu, dengan sekeping pertanyaan yang masuk ke tabungan saya. detik itu saya berharap dia tak meninggalkan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu saya merasa kalah, merasa bersalah dengan keadaan. saya tak punya semangat apa-apa lagi untuk mendefinisikan sesuatu dalam hidup saya. saya hanya tertarik pada keadaan-keadaan lain yang jauh dari jangkauan saya. &lt;em&gt;life is elsewhere&lt;/em&gt;, ujar milan kundera. seperti itu mungkin saya. saya selalu membayangkan good things happens tapi saya seperti tak punya daya untuk mewujudkannya karena saya merasa terlalu lelah. saya membiarkan semuanya berjalan tak beraturan, bahkan tak berkesinambungan. saya tak lagi punya metafor-metafor itu. padahal hidup harusnya punya metafor. ketika saya ditanya bagaimana rasanya orgasme, saya jawab: seperti naik rollercoaster. ketika saya ditanya bagaimana rasanya jatuh cinta, saya jawab: &lt;em&gt;like a butterfly in my stomach&lt;/em&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sambil menebas kepala si Nightmare di Soulcalibur saya bertanya pada diri sendiri, apakah saya tak lagi memerlukan metafor-metafor itu? bahkan ketika saya menatap matanya, memandangnya di dalam resah, di kepala saya hanya ada titik-titik. saya butuh jawaban, tapi bukan metafor. metafor hanya akan membuat dunia saya makin gelap. metafor membuat sekeliling saya jadi diam. saya menjadi sebuah kampung rindu listrik di ujung gunung. saya ingin terang yang terus-terusan. karena keterusterangan membuat saya bisa berjalan tanpa tertatih-tatih, tanpa harus melihat pesan-pesan dalam telepon genggamnya hanya untuk membuktikan bahwa dia tidak mencintai saya, tanpa harus mengatakan dalam hati bahwa lagu cinta yang sedang didendangkannya bukan untuk saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika dia bosan dan jengkel melihat saya di sini, berdiam tanpa protes di depannya, bagaimana dengan saya? mendadak saya bosan dengan keadaan ini. saya berharap saya dirundung sebuah badai besar yang memporak-porandakan tembok-tembok saya, agar saya bisa menyusun lagi tubuh saya, sebata demi sebata. saya ingin keluar dari keusangan ini. bahkan saya tak lagi ingat bagaimana rasanya tiap kali saya bertemu dengan seseorang dan berintim-intim dengannya. saya tak lagi meluap-luap saat saya sangat menginginkannya. semua yang saya bangun adalah kekokohan demi kekokohan, sedangkan yang saya butuhkan adalah ke-fragil-an itu. saya ingin berserah pada keutuhan saya. saya ingin menikmati kehancuran saya. saya ingin tergulung dalam tsunami energi yang menyatukan saya dengan keputusasaan, kegirangan, dan sekaligus kebijaksanaan-kebijaksanaan tolol. saya ingin sebuah diam yang lain, diam yang khusyuk menikmati derasnya gerak magnetik yang berusaha meleburkan jantung saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;there's no longer butterfly in my stomach...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya sudah menang beberapa kali dari Inferno. saya lihat jam, waktunya sahur. saya bangunkan teman-teman rumah. mereka masih bermata tebal ketika keluar dari kamar tidur masing-masing. beberapa lembar tempe goreng dan sayur dari restoran padang saya hangatkan. saya tahu tak ada lagi kupu-kupu di perut saya, tapi melihat mereka tak berdaya dan menyerahkan bekal puasa hari itu di tangan saya sedikit membuat saya merasa penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i'm thinking about sperm bank...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-112896994189119580?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/112896994189119580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=112896994189119580' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112896994189119580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112896994189119580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/10/butterfly-in-my-stomach.html' title='Butterfly In My Stomach'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-112895967619877861</id><published>2005-10-10T22:49:00.000+07:00</published><updated>2005-10-10T22:54:36.206+07:00</updated><title type='text'>Pelangi Pulang Pagi</title><content type='html'>bulan dini hari. mimpi hablur di puncak dasar. menjemputmu. desis angin parau di jerat magi imaji. sarat hempas, urat kebas. sampai pelangi pulang pagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-112895967619877861?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/112895967619877861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=112895967619877861' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112895967619877861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112895967619877861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/10/pelangi-pulang-pagi.html' title='Pelangi Pulang Pagi'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-112826840968611834</id><published>2005-10-02T22:51:00.000+07:00</published><updated>2005-10-02T22:53:29.693+07:00</updated><title type='text'>a little part of '6 feet under' script</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;+ we've already gone further than i have with anybody since a long time ago. because every time i've ever believed in happy ending, i've gotten severely fucked. sorry&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- you do me a favor. promise me  that from here and out i am the only naked man in your bed, in your life. i'm serious. promise me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ i promise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- i love you and i want to be with you in a long haul. but there's a limit to the amount of shit i will put up with.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ did you just make me a lifetime commitment, right before the thinly-veiled threat of abandonment?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- well, i don't remember use the lifetime&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ oh i won't hold you to it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-112826840968611834?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/112826840968611834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=112826840968611834' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112826840968611834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112826840968611834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/10/little-part-of-6-feet-under-script.html' title='a little part of &apos;6 feet under&apos; script'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-112750486625194710</id><published>2005-09-24T02:27:00.000+07:00</published><updated>2005-09-24T02:47:46.256+07:00</updated><title type='text'>Sitting Inside My Head</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;mengapa kita tak lagi sederhana? seperti cara kudanil cebok atau kedipan mata. bahkan sekarang seluruh otot sekitar pipi dan mulutmu selalu bekerja terlalu keras hanya untuk menghasilkan sebuah senyum sederhana. atau sesuatu yang berputar di kepalamu saat kau nanar menatap bulan separuh di langit tenggara. hingga di tiap jejak pergiku dari pintumu. pertanyaan-pertanyaan yang selalu tercecer di belakang kakiku tak punya jawaban yang sederhana, seperti jatuh cinta yang klasik itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada&lt;/span&gt; *)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*)sebuah penggal dari puisi Sapardi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-112750486625194710?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/112750486625194710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=112750486625194710' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112750486625194710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112750486625194710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/09/sitting-inside-my-head.html' title='Sitting Inside My Head'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-112703622799758581</id><published>2005-09-18T16:02:00.000+07:00</published><updated>2005-09-18T16:39:53.310+07:00</updated><title type='text'>Lintas</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;ia menjejakkan kakinya di pelataran terminal bis siang itu. gamang dan teduh. sekantong umpat dan caci maki ia tumpahkan di atas aspal yang masih ia benci. seperti siang itu, kebencian itu menyeruak di antara teriakan calo dan asap debu angkutan kota. seorang pria dekil menatapnya dari ujung kepala sampai ujung kaki. matanya nyalang, berusaha menyembunyikan nafsu dari sepasang buah dada ranum di balik sweater di depannya. persetan. ia menggeser duduknya ke kanan, menempelkan lengannya ke lengan seorang mahasiswa yang sedang melamun. ia mengacuhkan tatapan mata merah tadi dan mencari kesibukan dengan membaca stiker-stiker yang tertempel saling tindih di pintu angkot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti biasa kota ini diselimuti mendung yang tak genap. sorotan matahari masih sesekali mengejar angkot yang dinaikinya, tapi angin dingin siap merangsang ngilu rematiknya untuk keluar. dia belum tidur. kepalanya sibuk merancang segala kata yang harus keluar siang ini di sebuah pertemuan yang ia harap bisa menghasilkan sesuatu yang berguna bagi hidupnya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;berguna?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia berusaha mengosongkan kepalanya. malam ini hanya ada dia dan beberapa teman baik yang sedang bercengkrama di dalam mobil ini. sementara ia menatap kota dan masih menyimpulkan bahwa seberapa pun ia datang kemari, ia masih membenci kota ini. matanya menangkap lintas sebuah sepeda motor. berusaha melacak tanda. jantung yang bertebaran. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;oh, bukan&lt;/span&gt;. tapi pupil matanya tak pernah berhenti menangkap lintas-lintas sepeda motor sampai hanya tinggal kilatan-kilatan lampu yang ditangkap rana berkecepatan rendah dalam gambar-gambar. ia memelorotkan tubuhnya ke bawah jok mobil. ia menangis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi tangisannya tak pernah keluar pada sebuah rindu. di peluk itu ia tak menangis. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;aku merindukanmu, demi tuhan&lt;/span&gt;. ia tersenyum pada wajah yang berurai air mata di depannya. wajah yang tak pernah bisa ia lihat dalam sepuluh bulan terakhir. wajah yang menyimpan pundi-pundi harapan di matanya yang putus asa. ia tersenyum. membiarkan seorang sahabat menangis di pelukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia menatap lampu-lampu yang tersebar di bawah bukit. dinyalakannya sebatang rokok dan dihembuskannya asap rokok itu menyatu dengan kabut. di sisi ini ia menemukan dirinya pada lengking nyanyian burung-burung malam. ia tak mencari-cari lintas, tak terganggu keramaian. menyesapi kesendirian dalam segelas kopi. mencoba mengambil hari-hari yang ia tinggalkan di pucuk-pucuk cemara. saat ia mencintai kota ini tanpa jeda. tanpa lintas.&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-112703622799758581?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/112703622799758581/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=112703622799758581' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112703622799758581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112703622799758581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/09/lintas.html' title='Lintas'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-112669698933605217</id><published>2005-09-14T17:54:00.000+07:00</published><updated>2005-09-18T16:42:05.193+07:00</updated><title type='text'>Kring!</title><content type='html'>Sera : Do you love me, Ben?&lt;br /&gt;Ben : Sera... you will never... ever ask me to stop drinking...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*kring!*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ what is it between me and alcohol?&lt;br /&gt;- i dunno... what?&lt;br /&gt;+ because it's the only thing i can talk to...&lt;br /&gt;- c'mon... get real... you also talk with your dog&lt;br /&gt;+ oh yes... that's two thing i can talk to&lt;br /&gt;- and you're talking to me now&lt;br /&gt;+ am i?&lt;br /&gt;- yes, asshole...&lt;br /&gt;+ oh, i must be drunk then...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*kring!*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ sayang.....&lt;br /&gt;- ya, sayang...&lt;br /&gt;+ kamu lagih dimanah?&lt;br /&gt;- jauh...&lt;br /&gt;+ berarti mahal dong telpon kamuh?!&lt;br /&gt;- iyah...&lt;br /&gt;+ aku baru pulang kerja, pengen nelpon&lt;br /&gt;- suamimu mana?&lt;br /&gt;+ ada nih di sini, jadi gak bisa ditelpon&lt;br /&gt;- bego... mabok ya kamu?&lt;br /&gt;+ iya, mabuk cinta...&lt;br /&gt;- ngehe...&lt;br /&gt;+ kapan pulang?&lt;br /&gt;- suka-suka aku&lt;br /&gt;+ kok kamu gitu sih?&lt;br /&gt;- i need some times to scream. i couldn't do it there...&lt;br /&gt;+ oh ok.. kalo udah pulang, telpon aku yah...? miss you, baby...&lt;br /&gt;- miss you, too...&lt;br /&gt;+ bubye...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*kring!*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ hallo... bisa pesen pizza, mbak?&lt;br /&gt;- bisa... mau yang isi apa?&lt;br /&gt;+ yang ada susunya...&lt;br /&gt;- nggak ada, yang ada isi sosis...&lt;br /&gt;+ saya udah punya sosis sendiri, mbak... enak lho...&lt;br /&gt;- bodoh...&lt;br /&gt;+ aku diajak ke monday mayhem...&lt;br /&gt;- hmmm...&lt;br /&gt;+ katanya, kalo 3 kali nggak dateng namanya kafir...&lt;br /&gt;- hmm... terserah kamu&lt;br /&gt;+ tapi nanti kukabari lagi... geez, gue mabok banget nih... bangsat...&lt;br /&gt;- kalau mau ke monday mayhem ya gak papa. have fun.&lt;br /&gt;+ ya nanti kukabari lagi! aku ada oleh-oleh buat kamu...&lt;br /&gt;- hmm... ok...&lt;br /&gt;+ i just can't stop loosing control...dum dum dum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*kring!*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ aku menyebalkan bagaimana?&lt;br /&gt;- ask yourself. we already talked about this.&lt;br /&gt;+ c'mon...&lt;br /&gt;- aku nunggu sampai jam 3 malam.&lt;br /&gt;+ kamu marah aku ke monday mayhem..&lt;br /&gt;- nggak. tapi jangan suruh aku menunggu.&lt;br /&gt;+ did i?&lt;br /&gt;- just promise me.. you will never... ever call me when you are drunk&lt;br /&gt;+ did i call you last nite?&lt;br /&gt;- ...&lt;br /&gt;+ oh shit... honey, forgive me okay?&lt;br /&gt;- not now. i'm too drunk to forgive you.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-112669698933605217?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/112669698933605217/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=112669698933605217' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112669698933605217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112669698933605217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/09/kring.html' title='Kring!'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-112669500470138602</id><published>2005-09-14T16:55:00.000+07:00</published><updated>2005-09-14T17:50:04.710+07:00</updated><title type='text'>Superstar</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;long ago... and oh so far away&lt;br /&gt;i fell in love with you&lt;br /&gt;before the second show...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baru jam enam pagi dan saya menenggak bir sisa tadi malam. hambar sudah. seperti lidah saya yang kian memutih dan tulang-tulang yang mengaduh dihajar angin malam. saya memperhatikan lembaran-lembaran pekerjaan saya, lalu dalam hati mengumpat. berkali-kali saya merasa bahwa saya tidak pernah berbakat di bidang ini, tapi pekerjaan ini selalu datang kepada saya. saya mengerang saat matahari mulai berangkat pagi. teman-teman saya masih terpejam di buaiannya masing-masing. khusyuk tak terganggu. mimpi-mimpi sudah di episode terakhir, menunggu terbangun dan terlupakan, lalu mereka teringat akan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya nyalakan sebatang rokok di patio yang tak begitu rapi di sebuah sisi paling manis dalam rumah saya. beberapa kecoa terlihat melintas. sayup-sayup saya mendengar tukang roti membunyikan klakson gerobak mereka. sebagian berteriak, sebagian lagi mengandalkan theme song merek roti mereka. tiba-tiba perut saya mengejang. lambung saya berontak juga akhirnya. dan saya hanya beranjak untuk membuat segelas es kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah menghabiskan setengah gelas, saya menggerakkan badan saya. nasehat adik saya untuk berolah raga sedikit saya ingat dan saya mencoba melemaskan seluruh persendian yang kaku setelah semalaman terduduk memelototi layar monitor. &lt;em&gt;we are all screened&lt;/em&gt;. di luar pagar rumah saya, beberapa pembantu rumah tangga menyapu beranda dan halaman rumah majikan mereka yang rimbun. beberapa tukang bangunan yang beberapa minggu lalu baru saja saya damprat karena mulut isengnya juga sudah terbangun. saya baru menyadari kalau saya sering tidur pagi, tapi tidak pernah menikmati pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak berapa lama telepon rumah saya berdering. ibu saya. dia terheran saya sudah terbangun. saya mengkoreksi: saya &lt;em&gt;masih&lt;/em&gt; terbangun. beberapa detik kemudian nada bicaranya menjadi sedih. saya ikut sedih. masih pagi dan kami berdua sudah bersedih. menyedihkan. dia menyuruh saya cepat tidur, mengingatkan saya akan tumpukan benih penyakit yang mengendap di tubuh saya dan nasehat-nasehat "usang" lainnya. saya sangat mencintai ibu saya, tapi pagi ini saya merasa tidak &lt;em&gt;available &lt;/em&gt;untuk mendengarkan ceramah kesehatan. tapi saya diam saja. dia &lt;em&gt;masih &lt;/em&gt;ibu saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pagi itu tiba-tiba jadi begitu perih bagi saya. saya memperhatikan pergelangan tangan saya yang kian mengecil, wajah yang begitu pucat. ("kamu pucat sekali. aku nggak suka.") mungkin saya memang tidak pernah memikirkan apa-apa. we are all screened. saya nyalakan pemutar keping DVD, lalu memasukkan film kesukaan saya sejak 10 tahun lalu: &lt;em&gt;boys on the side&lt;/em&gt;. saya baru menemukannya lagi kemarin di restoran 24 jam di kemang. saya menontonnya penuh khidmat sembari menghisap rokok saya dalam-dalam setiap kali ada kalimat-kalimat yang 'menampar' saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;don't you remember you told me you love me, baby...&lt;br /&gt;you said you'd be coming back this way again baby..&lt;br /&gt;baby baby baby baby oh baby... i love you i really do&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya terbangun dengan wajah yang masih sama pucat. sudah sangat siang. saya membasuh wajah saya, lalu menyalakan sebatang rokok lagi. saya mengambil laptop dan mulai mengerjakan sisa-sisa pekerjaan saya. bir sudah habis. mungkin saya tidak pernah memikirkan apa-apa. &lt;em&gt;we are all screened&lt;/em&gt;. saya tidak pernah mempunyai waktu untuk merenovasi hidup saya dengan brutal. saya bukan pembaca chicklit yang baik. saya tidak pernah menulis chicklit dengan baik juga. apakah saya bohemian? yang jelas saya selalu di sini, dikelilingi layar-layar yang lapar dan mimpi-mimpi yang tak kelar. saya selalu di sini, di antara cerca dan pengkhianatan. saya tidak bisa membela diri selain menelan kenyataan bahwa hidup saya adalah kesalahan saya. cinta saya adalah kesalahan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;loneliness is such a sad affair...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam datang lagi. sebungkus rokok dibuka lagi. seekor cicak nyebur ke dalam gelas kopi. mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9-9-2005]&lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-112669500470138602?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/112669500470138602/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=112669500470138602' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112669500470138602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112669500470138602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/09/superstar.html' title='Superstar'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-112621567802814698</id><published>2005-09-09T03:44:00.000+07:00</published><updated>2005-09-09T04:41:18.033+07:00</updated><title type='text'>A Friend In Crime, A Friend In Time</title><content type='html'>[baca dialog ini dengan menggunakan logat batak medan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kukasih tau ko ya... aku positif&lt;br /&gt;positif apa ko? Hamil nya?&lt;br /&gt;Ah kimak nya… mana mongken aku hamil bah… aku positif HIV&lt;br /&gt;Apa ko bilang?&lt;br /&gt;Tak dengar nya ko? Ha… Iii… Veee…&lt;br /&gt;AIDS nya itu?&lt;br /&gt;Iyalah… &lt;br /&gt;Kenapa ko sampai HIV? Ndak pakek kondom ko?&lt;br /&gt;Ah ko ni… mana pernah aku maen cewek?&lt;br /&gt;Trus kenapa bisa?&lt;br /&gt;Ko tau lah, Ban… bekas-bekas dulu lah..&lt;br /&gt;Oh ko suntik itu nya?&lt;br /&gt;Sepertinya...&lt;br /&gt;Bah... teruk kali lah... ko datang langsung bawak berita cam gini...&lt;br /&gt;Yah sorry lah,bro... &lt;br /&gt;Trus...? dah berobat ko?&lt;br /&gt;Udah... ya intinya aku terima pasrah aja lah..&lt;br /&gt;Mahal obatnya, bro?&lt;br /&gt;Aku pernah dikasih gratis... tapi...&lt;br /&gt;Tapi apa?&lt;br /&gt;Ah sudahlah... aku cumak pingin nikmatin hidup aja lah... tinggal bentar lagi pun…&lt;br /&gt;Jangan ngomong gitu ko! Kalok dipikir-pikir hidup itu memang sebentar, bro...&lt;br /&gt;Bah... cam filsuf aja ko setan! Hahaha!&lt;br /&gt;Serius nya aku...&lt;br /&gt;Iya iya... trus?&lt;br /&gt;Yaaaa... jangan patah semangat lah... aku masih pingin mabuk sama ko…&lt;br /&gt;Ah kukira kelen dah ndak mo main lagi sama aku…&lt;br /&gt;Kotor kali pikiran ko tu! &lt;br /&gt;Kan kukiraaaaa….&lt;br /&gt;Sepanjang aku main sama ko… kurasa ko lah kawanku yang paling enak diajak mabuk!&lt;br /&gt;Kimak nya ko…&lt;br /&gt;Serius nya aku…&lt;br /&gt;Jadi aku boleh tinggal sini nya?&lt;br /&gt;Bah! Tinggal aja semau ko lah... rumah kami rumah ko juga!&lt;br /&gt;Baik lah...&lt;br /&gt;Eh memangnya kata dokter ko hidup ko tinggal berapa lama lagi?&lt;br /&gt;Bah?! Ko ini....?!&lt;br /&gt;Ndak... kalok ko lewat, aku mau main skate di pemakaman ko... &lt;br /&gt;Bah....????? kok skate? Ndak sedih ko aku mati?&lt;br /&gt;Sedih nyaaaa.... kalok sedih aku kan maen skate, bang!&lt;br /&gt;Makjang.... gitu rupanya?&lt;br /&gt;Iyalaaaa... ko selalu bilang aku jelek kali maen skate... nanti di pemakaman ko aku kasih flip-flip paten lah! Janji aku, bro!&lt;br /&gt;Alah.. anak ini...&lt;br /&gt;Jadi berapa lama lagi?&lt;br /&gt;Tak taunya aku.... sedikasihnya lah...&lt;br /&gt;Oh kalok ndak pasti begini... ya lebih baik aku mulai latihan dari sekarang lah ya?&lt;br /&gt;Ya latihan lah... baek-baek ko jadi skater...&lt;br /&gt;Iyalah... eh bro... kalok jadi skater ndak bakal kena HVS kan?&lt;br /&gt;HVS? HIV!!!!!&lt;br /&gt;Nah iya HIV... susah kali pun nama virusnya!!&lt;br /&gt;Ah bodohnya anak iniiiii..... kupukul ko nantiiiiii....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(A tribute to my friend in crime. We’re always with you, bro…)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-112621567802814698?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/112621567802814698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=112621567802814698' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112621567802814698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112621567802814698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/09/friend-in-crime-friend-in-time.html' title='A Friend In Crime, A Friend In Time'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-112594449971371139</id><published>2005-09-06T01:14:00.000+07:00</published><updated>2005-09-06T01:21:39.723+07:00</updated><title type='text'>Catatan Untuk Jenny</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;OK. sekarang kau kuberi nama Jenny, sebuah nama yang biasa diberikan temanku untuk semua makhluk halus berjenis kelamin perempuan. entah apakah kau benar-benar seorang perempuan atau tidak, tapi katanya kau manis juga baik hati. dan sekarang kita hidup bersama, di rumah besar ini, bersama 4 lelaki lain. kau bisa nonton TV atau main game bersamaku, terserah kau, asal kau jangan terlalu nyata di hadapanku. jantungku lemah. dan kau tahu tidak, Jen? selain orang tuaku, ternyata kau lah satu-satunya yang paling jujur merindukanku saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudahlah, aku sudah pulang. aku akan menemanimu lagi sepanjang minggu ini. jangan kau ganggu lelaki-lelaki itu lagi, mereka tidak tahu apa-apa soal dunia kita.&lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-112594449971371139?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/112594449971371139/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=112594449971371139' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112594449971371139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112594449971371139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/09/catatan-untuk-jenny.html' title='Catatan Untuk Jenny'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-112560080126192560</id><published>2005-09-02T00:11:00.000+07:00</published><updated>2005-09-02T01:53:21.300+07:00</updated><title type='text'>Nabi</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;suatu hari, 7 tahun yang lalu, seorang teman datang dengan wajah tidak bahagia ke tempat aku dan teman-temanku yang lain biasa berkumpul. dia menyalakan rokok dengan resah, lalu merokok tanpa sepatah kata. itu aneh, sebab orang ini bisa dibilang punya 5 mulut yang selalu tak berhenti bicara. setelah dipancing, dia pun mengaku bahwa dia sedang bingung dengan tugas kuliahnya. akhirnya dia bertanya: kenapa di dunia ini banyak agama sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertanyaannya langsung dijawab dengan santai oleh seorang teman: kau mau jawaban dengan teori teologi atau realis? setelah berpikir sejenak, dia memilih jawaban yang realistis. sepertinya dia benar-benar membutuhkan sebuah jawaban yang singkat, tepat, dan masuk akal saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teman kami pun menjawab: pada mulanya ada beberapa orang yang mengaku mendapatkan wahyu dari tuhan atau zat tertinggi yang kemudian dipercaya oleh orang-orang yang mendengarkannya. lalu mereka pun membentuk koloni-koloni kecil. koloni-koloni atau komunitas-komunitas itu pun berkumpul dan bertambah besar karena mempercayai hal yang sama, lalu membentuk aturan-aturan di antara mereka berdasarkan wahyu tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;temanku yang bingung itu melongo. hanya itu? tanyanya. ya, hanya itu saja, jawab temanku yang lain. lama dia terdiam, mencoba mencerna kata-kata temanku tadi. lalu dia berkata: berarti setiap orang bisa saja mengaku mendapatkan wahyu dari tuhan dan menjadi nabi? ia dijawab dengan sebuah anggukkan yang tegas dan pasti. beberapa menit kemudian, dia mematikan rokoknya lalu berlari setelah mengucapkan terima kasih sambil setengah teriak. dia kembali ke kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;agama (monoteis). sebuah kata dengan begitu banyak konsekuensi. menjalankannya tidak pernah mudah. kebenarannya begitu absolut. hampir tidak memberikan ruang-ruang perdebatan karena ada nilai-nilai abstrak yang sangat sentimentil di sana. kalau agama bisa masuk ke dalam DNA, mungkin tiga perempat penghuni bumi ini akan melakukannya. agama sudah seperti identitas, kenyataan diri, bagian dari sebuah pribadi. menghinanya adalah sebuah kesalahan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;agama lahir dari nabi-nabi. orang-orang yang mengaku mendapat wahyu dari zat suci tadi. aku percaya mereka adalah orang-orang yang hebat. nabi-nabi ini adalah filsuf-filsuf besar di jamannya. mereka tidak dengan mudah menyebarkan apa yang diyakininya. mereka hidup di zaman yang tak pernah kita bayangkan, zaman yang begitu purba dan solid. ketika mereka memutuskan untuk menyebar luaskan keresahan tuhan, mereka akan berhadapan dengan kematian. begitu banyak dari mereka yang mati dirajam, karena keyakinan mereka tidak sesuai dengan major belief saat itu. benarlah apa yang dikatakan oleh seorang temanku yang kebetulan komunis: semua nabi revolusioner. mereka membawa perubahan, perubahan yang cepat dan mengagetkan, fenomenal. mereka adalah bagian dari sejarah peradaban manusia karena mereka telah meninggalkan pesan-pesan penting yang tetap hidup ribuan tahun setelah kematian mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa agama monoteis besar di dunia telah menetapkan bahwa hanya ada 25 nabi yang pernah hidup dan diakui. itu berlaku selamanya, sampai langit runtuh menimpa kepala kita. begitu juga dengan agamanya. boleh ada banyak aliran atau sekte dalam sebuah agama, asal nabinya tidak berubah atau bertambah. jika itu dilanggar, maka hukumnya sangat sangat berat. ini terjadi pada aliran Ahmadiyah, yang baru saja diharamkan (lagi) oleh MUI sebagai aliran sesat yang tidak boleh menyebar. kasus pengrusakan fasilitas kelompok Ahmadiyah oleh kelompok-kelompok Islam lain mengundang keprihatinan tersendiri bagi saya. perdebatannya pun menjadi buntu dan tidak terbayang bagaimana menyelesaikan isu sensitif ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menurut Encyclopedia Britannica, Ahmadiyah adalah salah satu sekte Islam yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad pada abad 19 di Punjab, India. Mirza Ghulam Ahmad sendiri diyakini sebagai Nabi oleh para pengikutnya setelah Nabi Muhammad SAW. inilah masalahnya. Mirza Ghulam Ahmad tidak punya hak untuk mengaku atau diakui sebagai nabi. lucunya, hal ini juga dialami oleh 25 nabi besar yang lain ketika mereka hidup di zamannya. nabi-nabi itu baru diakui sebagai nabi beberapa ratus tahun setelah mereka tiada. apakah Mirza Ghulam Ahmad sedang melalui fase ini? fase-fase penolakan dari major belief. apakah Ahmadiyah sebagai komunitas juga sedang melalui fase ini? ingatkah akan napak tilas para Yahudi yang harus berpindah-pindah menjadi budak selama ribuan tahun membawa kepercayaannya dan tertolak? ingatkah akan kelompok-kelompok Nasrani yang diburu dan dibantai oleh pasukan Romawi pasca kematian Yesus Kristus? ingatkah akan perjuangan komunitas muslim pertama bersama Muhammad SAW di jazirah arab? apakah hal ini harus dilalui oleh setiap agama? bahkan di abad 21? bahkan di sebuah milenia dimana manusia diharapkan bisa memakai kemanusiaannya untuk menyelesaikan sebuah masalah di tengah dunia yang sangat heterogen? apakah hukum yang dilahirkan ribuan tahun yang lalu bisa secara polos diterapkan di dunia yang sekarang? tanpa ampun? tanpa logika? sedikit pun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita bicara agama. tidak pakai logika. hey! saya tidak pernah setuju dengan hal itu. agama tidak dibawa oleh nabi-nabi kita yang mulia untuk diterapkan tanpa menggunakan akal budi dan kehendak bebas, for god sake! berapa juta sekte agama telah lahir dalam kurun waktu 500 tahun belakangan ini?  banyak di antaranya tidak bertahan hidup subur seperti agama-agama lain. kenapa? karena itu pilihan. ada saatnya manusia harus berurusan dengan kepala dan hati, dengan logika dan kepercayaan. ketika sebuah sekte mengajak pengikutnya bunuh diri massal untuk masuk surga atau naik pesawat luar angkasa, setiap orang bisa menilai. mungkin itu tidak baik buat kita, tapi itu mungkin jawaban bagi pengikutnya. apakah kita bisa mengatakan apa yang benar dan salah di depan mereka? apalagi hanya dengan mentang-mentang kita menganut sebuah agama mayoritas? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banyak sekte agama minoritas yang pengikutnya hidup rukun damai sejahtera, contohnya Ahmadiyah. kalau kita memang menaruh agama kita di dalam hati dan agama bicara dari hati dan tuhan ada di hati, apakah hati kita akan sepenuhnya menuding sekelompok orang yang hidup rukun damai sejahtera tanpa ribut ini adalah h a r a m? apakah itu yang akan dilakukan oleh nabi-nabi kita yang mulia kalau mereka ada di sini sekarang? Abraham, Isak, Yesaya, Ismail, Yesus, Muhammad, bahkan Mirza Ghulam Ahmad begitu percaya bahwa apa yang mereka yakini akan meninggalkan kebajikan di dalam hati anak cucu mereka. kebajikan, yang hanya berguna untuk manusia lain di sekitar kita, bukan untuk para nabi yang telah tiada atau pun tuhan yang entah di mana. mereka tidak pernah begitu mudahnya melabelkan kata 'haram' kepada siapa pun dan kisah-kisah pengharaman yang ada di kitab-kitab suci agama tidak pernah dilakukan dengan mudah oleh para nabi. karena kata itu begitu beratnya, begitu banyak konsekuensinya dan sepatutnya digunakan hanya untuk menyelamatkan umat manusia, bukan menghancurkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;agama-agama ini dilahirkan untuk menjadi agama manusia, bukan agama para nabi atau agama tuhan. agama-agama ini dilahirkan untuk membela manusia, bukan membela nabi yang sudah beristirahat dengan damai atau membela tuhan. kemenangan sebuah agama hanyalah jika ajaran-ajarannya menerbitkan damai di tengah manusia dengan segala perbedaannya dan keunikannya. karena agama-agama ini menyadari bahwa tuhan tidak akan pernah punya cetakan yang sama karena dia maha kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika kita terus begini, membiarkan mata kita buta akan kenyataan dan menutup hati kita akan kebijakan-kebijakan, maka kita memerlukan ledakan kuantum itu yang membalikkan waktu ke ribuan tahun lampau saat agama-agama besar itu tengah berjuang di awal kemunculannya. nabi-nabi besar kita berdiri tegap melantangkan wahyu-wahyu tuhan tanpa pernah pamrih akan sebuah pengakuan atau pemujaan berlebihan dari ribuan generasi setelah mereka, karena mereka melakukannya dengan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-112560080126192560?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/112560080126192560/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=112560080126192560' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112560080126192560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112560080126192560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/09/nabi.html' title='Nabi'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-112546903099018779</id><published>2005-08-31T13:16:00.000+07:00</published><updated>2005-08-31T13:17:10.990+07:00</updated><title type='text'>Dua Jempol</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;dua buah jempol kaki yang hitam itu mengusik eksistensiku. kulirik deretan sepatu 'toe tip' yang tersusun rapi di rak depan mataku. sekarang aku mengerti. mencintaiku benar-benar susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[di sebuah factory outlet, mei 2005]&lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-112546903099018779?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/112546903099018779/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=112546903099018779' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112546903099018779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112546903099018779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/08/dua-jempol.html' title='Dua Jempol'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-112541640007296245</id><published>2005-08-30T21:57:00.000+07:00</published><updated>2005-08-31T13:15:56.956+07:00</updated><title type='text'>Punggung</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;sebilah punggung terbaring di sampingku, gelap dan kukuh. menceritakan kesakitan, menyaksi kebiadaban yang tak lekang di panjangnya perjalanan. di atasnya telah ditancapkan marka-marka sebuah kota yang bising dan asing. ia dibesarkan oleh pijar-pijar malam, disusui peluh dan tidur di beludru hitam sepanjang daratan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;punggung itu menyayat mataku tajam, dalam. memenuhi otakku dengan aksara, begitu padat, begitu perih. tak pernah mendudukkanku dalam urung. memaksaku bertarung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kujilati lipatannya dengan lidahku yang dosa. membersihkannya dari pertanyaan-pertanyaan matahari. karena ia telah berakhir di sini, di sampingku, lunak dan teguh. setiap nafasnya berjingkat di paru-paruku, mencuri setiap kesempatan untuk sekedar ucap, mengangkat penat, lenyap. ia akan singgah di sini, di atasku, tiap kali ia membutuhkan air mata. seperti bilah-bilah punggung yang lain, yang pernah menetap, tergeletak, lalu bangun tanpa kehendak, lalu pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku menghitung jari, memaki hari-hari yang kuhabiskan di samping sebilah punggung yang kerap menyisik harapku. tandas. tuntas. lemas. sampai hujan membangunkanku di resah penuh. tanpa tahu, tanpa penuh peduli pada punggung sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[chill bar, 26th august 2005]&lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-112541640007296245?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/112541640007296245/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=112541640007296245' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112541640007296245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112541640007296245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/08/punggung.html' title='Punggung'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-112456875215135400</id><published>2005-08-21T03:04:00.000+07:00</published><updated>2005-08-21T03:12:32.156+07:00</updated><title type='text'>Episoda Pagi</title><content type='html'>kumau tak semuanya kau&lt;br /&gt;di balik sedu sedan itu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-112456875215135400?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/112456875215135400/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=112456875215135400' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112456875215135400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112456875215135400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/08/episoda-pagi.html' title='Episoda Pagi'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-112437662785103973</id><published>2005-08-18T21:41:00.000+07:00</published><updated>2005-08-18T21:50:27.856+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Ayat Untuk Bung Ariekotama</title><content type='html'>Saatnya&lt;br /&gt;untuk&lt;br /&gt;mendefinisikan&lt;br /&gt;ulang&lt;br /&gt;makna &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;kebebasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;[mr.bean coffee, Citos, August, 2005]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-112437662785103973?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/112437662785103973/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=112437662785103973' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112437662785103973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112437662785103973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/08/sebuah-ayat-untuk-bung-ariekotama.html' title='Sebuah Ayat Untuk Bung Ariekotama'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-112387806051223291</id><published>2005-08-13T02:57:00.000+07:00</published><updated>2005-08-13T03:21:00.523+07:00</updated><title type='text'>Alice In Wonderland</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;sampai kapan kucari jawaban-jawaban. tiap kenyataan kekinian menjadi tetesan lilin panas di punggungku. kupu-kupu menjerit dalam kepompong yang lama terkoyak. ribuan tahun bergerak roda-roda pedati. menjejal masa-masa, meniti perulangan. setiap pertemuan dibungkus purnama. sosok-sosok dalam bayangan menggila di kenangan. di setiap gempar dada seusainya, lebur sepenuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan salahkan jejak membatu. jangan tumpahkan air mata di dinding-dinding waktu. biru langit di atas masih sama purba. telah ditinggalkan batas-batas jauh di dasar samudera. kita hanya pilar-pilar yang kalah, terlupakan aksara. mimpi-mimpi yang bercerita, resah yang menua. jantung ini dingin sudah, tak lagi kudengar degupnya. kembali kepada lubang kosong.&lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-112387806051223291?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/112387806051223291/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=112387806051223291' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112387806051223291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112387806051223291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/08/alice-in-wonderland.html' title='Alice In Wonderland'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-112364568588387479</id><published>2005-08-10T10:38:00.000+07:00</published><updated>2005-08-11T23:58:32.470+07:00</updated><title type='text'>When The World Turns To Grey</title><content type='html'>percayalah, cinta itu tak lagi magma. &lt;br /&gt;kau telah meninggikan tebing&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;sebuah kejujuran paling brutal dariku&lt;br /&gt;:aku membencimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(puisi lawas, 2 bulan lalu)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-112364568588387479?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/112364568588387479/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=112364568588387479' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112364568588387479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112364568588387479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/08/when-world-turns-to-grey.html' title='When The World Turns To Grey'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-112351569649188799</id><published>2005-08-08T22:39:00.000+07:00</published><updated>2005-08-10T11:03:57.136+07:00</updated><title type='text'>It's Not For Anybody Else To Know</title><content type='html'>&lt;em&gt;:mengapa harus kau?&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;cerita tak lagi luntur di lembar-lembar kanvasku. tak lagi merah biru. malam resah di sekelebat senyum. begitu rahasia dan redup. kujaga tubuhku tetap bagak dalam jatuh, biar jenjang berdiri, hingga cakrawalamu menangkap kepak rindu yang detik ini kupulangkan diam-diam ke dadamu. &lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-112351569649188799?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/112351569649188799/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=112351569649188799' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112351569649188799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112351569649188799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/08/its-not-for-anybody-else-to-know.html' title='It&apos;s Not For Anybody Else To Know'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-112340739114379346</id><published>2005-08-07T16:17:00.000+07:00</published><updated>2005-08-07T16:37:09.186+07:00</updated><title type='text'>Pernikahan Findie</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;melihatmu terbalut sutra putih itu, aku melihat diriku kering di keping senja. bergalon-galon haru membanjiri hatiku. aku dijauhi kata. dudukku di ujung sepi, melepas deraimu dari keseharian masa lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entah kapan kita pernah bermimpi jadi sinderela. memakai high heel pun aku tak rela, apalagi dari kaca. di iringan waktu-waktu, mungkin kita pernah berandai-andai. tentang sulur melati, tentang riuh rindu berkumpul di isak ijab kabul. andai-andai yang mabuk lintang kepayang. saat jatuhku mengganggumu, rangkulmu di sisiku, lalu kita berbagi kerjap tangis dan berandai-andai lebih liar lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini andai-andai itu terang di sisimu, sesosok teguh yang riang, menyambut juntai kusutku. dibisikkannya seru: "akhirnya dia jadi isteriku!" lalu kutangkap risaumu dari balik melati, risau yang kukenal dan berusaha kutepiskan. jangan kau undang badai. di ujung senyummu aku selipkan bahagia. kau terakhir dari lima. apa pun yang terjadi, dari balik reruntuhanku telah kujanjikan, kini cerita pedih bukan urusanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;always love you, findrya kusuma putri... my bestfriend, my half. selamat mencari arti 'keluarga sakinah'. &lt;/em&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-112340739114379346?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/112340739114379346/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=112340739114379346' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112340739114379346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112340739114379346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/08/pernikahan-findie.html' title='Pernikahan Findie'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-112288770323615993</id><published>2005-08-01T15:50:00.000+07:00</published><updated>2005-08-01T16:15:03.243+07:00</updated><title type='text'>Nocturnal Solitude</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;di pinggir telaga itu, aku bersahabat dengan purnama. mencari jejak-jejakmu di gambar-gambar yang berlarian. mungkin sudah ribuan pertanyaan kutinggalkan di tiap simpang jalan yang kutemukan. berharap kau menemukannya. tapi kian hari, telapakku kian aduh. tak tampak seasap pun kehadiran, bahkan firasat. hanya kutahu kau ada di sini, di dekatku, begitu intens dan pedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ataukah mungkin kau tak terlontar di waktu yang ini. kau masih tersimpan di antara debu galaksi, menyeberangi masa. aku telah temukan wajah-wajah yang dulu, yang mengiringi kehidupan kita, pertarungan-pertarungan kita. wajah-wajah yang juga mencintaimu, merindumu, berharap untuk kembali memelukmu. wajah-wajah yang bertanya: dimana kau menunggu?&lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-112288770323615993?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/112288770323615993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=112288770323615993' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112288770323615993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112288770323615993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/08/nocturnal-solitude.html' title='Nocturnal Solitude'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-112274564675739921</id><published>2005-07-30T22:05:00.000+07:00</published><updated>2005-07-31T00:47:26.770+07:00</updated><title type='text'>Aubade Tahu Gimbal</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;aku ingin mengerti tentang perjalanan. saat peta-peta direntangkan, saat utara diarahkan. apa yang dicari lecet sepatu? lusuh bekal rindu, ringan rindang angsana di tepitepi jalan. seringai kanak dan kelakar hujan, pernahkah berkata pulang? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telapak tangan kita pernah bersentuh di gerbang-gerbang awan. berusaha mencuri beberapa bit memori dari gurat-gurat prasasti. walau tubuh diam di sini, hati masih mencari.&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;[tahu gimbal, makanan sejenis ketoprak dengan bahan dominan dari tahu. dapat dibeli di depan SMU 1 Semarang, lesehan di bawah pohon rindang.]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-112274564675739921?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/112274564675739921/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=112274564675739921' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112274564675739921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112274564675739921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/07/aubade-tahu-gimbal.html' title='Aubade Tahu Gimbal'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-112118799634645751</id><published>2005-07-12T23:41:00.000+07:00</published><updated>2005-07-13T00:06:36.350+07:00</updated><title type='text'>Catatan BetinaMu Untuk JantanKu</title><content type='html'>ketika rusukmu nyeri mencari patahannya, aku menghitung jemari. malam belum genap, pekurku lindap di leleh magenta senja. aku tak ingin memburai kata dalam deklamasi cinta. lingkarkan saja, bahumu di bawah kepalaku. kita simpan ngilu sampai matahari menjemur pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;[for my Moet]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-112118799634645751?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/112118799634645751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=112118799634645751' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112118799634645751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112118799634645751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/07/catatan-betinamu-untuk-jantanku.html' title='Catatan BetinaMu Untuk JantanKu'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-112050218729468174</id><published>2005-07-05T01:24:00.000+07:00</published><updated>2005-07-05T01:36:58.640+07:00</updated><title type='text'>Mengertilah</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Langit semampai di atas kepala, tempat mimpi-mimpi bergelantung, kelap-kelip menyamar bintang. Mimpi-mimpi itu kelak jatuh dan dipungut oleh doa-doa, make a wish, tiup lilinnya, dan orasi-orasi para peramal. Mungkin kepala ini sudah dikotori oleh gambar-gambar cat air di tiap ilustrasi buku-buku dongeng. Sepatu kaca yang retak dibuang di bawah tangga, naga api kelaparan di luar menara, pedang ksatria-ksatria, hidup bahagia selamanya. Kita begitu keras kepala memeliharanya. Padahal Daimler Chrysler, Maseratti, dan puluhan merek mobil Jepun lainnya bersusah payah membuat rasi bintang sesuai spec mesin dan bentuk kendaraan mimpi masa depan. Urban mobile, SUV, super fast machine, langkah awal terbang ke bintang dari depan pagar rumahmu tanpa roket dan stasiun peluncuran. Ambil sendiri mimpimu sana, jangan Cuma menengadahkan tangan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengertilah, lelakiku. Aku hanya perempuan bermata besar itu. Dunia hanya selompatan kelinci, tapi aku masih di sini. Terkurung di antara panci-panci, memasak cinta beserta bumbu-bumbunya. Setiap sore menantimu pulang membawa garu panjang yang kau asah sepanjang siang, membajak lahan-lahan berdebu ibu kota. Mimpimu pun kau simpan di lumbung janji kita sejak aku diserahkan bapakku untukmu di hadapan penghulu, dihargai beberapa gelintir barang yang tak pernah kita pergunakan lagi sejak hari itu, sibuk mengeruk bulir-bulir padi yang masih tersisa di periuk kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama kita telah melupa peluk. Dingin kasur kapuk kita dihapus hangat keringatmu. Aku menghirup masammu setiap malam, memaklumi orgasme yang selalu tertunda dan belajar menjinakkan hasrat betinaku. Tapi aku tahu, aku adalah perempuan bermata besar itu. Yang menginginkan peluh mengalir sampai menembus nadiku, merasakan resapannya dalam tiap hela nafasku, ingin menjadi sepertimu. Aku tak mampu lagi melalui malam-malam dengan jinjingan dunia di bahuku, tanpa sekedip pun kerling kasih bola matamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengertilah, lelakiku. Dunia tak pernah selebar daun kelor. Aku tak ingin lagi mengendarai awan-awan untuk sebuah pundi-pundi kecil di bawah pelangi. Tak ingin lagi setiap hela nafasku sia berulang. Tak ingin lagi melangkah gamang. Aku, perempuan bermata besar itu, tak lagi pulang. &lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-112050218729468174?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/112050218729468174/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=112050218729468174' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112050218729468174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112050218729468174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/07/mengertilah.html' title='Mengertilah'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-112020895719459259</id><published>2005-07-01T15:26:00.000+07:00</published><updated>2005-07-01T16:09:17.203+07:00</updated><title type='text'>Bewitched, Bothered, and Bewildered</title><content type='html'>:untuk kamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;hujan sporadik menyiram jakarta. kata si eko, ini akan berlangsung sampai bulan agustus dan musim yang aneh ini hanya terjadi setiap 50 tahun sekali. jadi teringat puisi hujan bulan juli-nya sapardi dan plesetannya yang pernah aku buat bersama beberapa teman penulis di komunitas hitam putih. kalau dilihat-lihat lagi, kepala ini jadi seaneh musim ini. dan badai ini, terlalu lama menghantam dadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku melihat dua perempuan muda yang sedang mengisap rokok mereka dalam-dalam di pojok ruangan itu. begitu muda, cantik, dan otak di atas rata-rata. mereka seumuran adikku. baru lulus diploma 3 setahun lalu. aku sudah lupa apa yang aku pikirkan saat aku di usia mereka. mungkin baru mikir: besok mabok apa lagi ya? tapi dua perempuan itu sudah begitu mandiri dengan gaji sekian digit dari perusahaan multinasional. aku tersenyum sendiri: siapa yang lebih bahagia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di usia mereka, aku bertemu kamu. begitu jauh dan buram. sosok yang hanya kulihat di selembar foto yang dikirim lewat email, itu pun aku hampir tak bisa melihatmu utuh. lalu kamu ada di situ, di pojok bilik jantungku. ikut berdegup dan sesekali hilang. tapi kamu selalu muncul tanpa peringatan, lalu menghadirkan angin puyuh kecil yang menggoncang keberadaan. aku hampir membencimu, membenci ketidak pedulianmu, membenci semua sangkamu. lalu ketulusan hanya puisi di selembar handuk penuh mani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu kamu datang. malam itu bersama merpati-merpati berterbangan dari belakang punggungmu. kamu cuma bawa.. cinta. aku tak lagi tahu bagaimana caranya terlena. aku hanya bisa memakimu, memaki waktu, memaki otak kananku yang mulai kehilangan fungsi di ruang lain selain puisi. lalu kamu mengangkat daguku: "cinta bukan barang jadi. kau ada di dada, tak tertata. di sini aku ingin merajutmu di antara otot nadi, menjadi satu dalam tubuhku. lalu kita akan berkelebat dalam semesta."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin. mungkin kau masih ada di pojok itu, dalam bilik jantungku. di sepersekian bisik kecup yang pernah kita kumandangkan, hanya satu yang kuingat, saat merpatimu lepas landas membawa jantungmu entah kemana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah... ini memang hujan bulan juli. aku tak bernyawa lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(gerimis 1 juli dinihari)&lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-112020895719459259?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/112020895719459259/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=112020895719459259' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112020895719459259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112020895719459259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/07/bewitched-bothered-and-bewildered.html' title='Bewitched, Bothered, and Bewildered'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-112013962670993902</id><published>2005-06-30T20:19:00.000+07:00</published><updated>2005-07-01T04:26:03.996+07:00</updated><title type='text'>Dazed and Confused?</title><content type='html'>kau ada di dada, tak tertata. kini aku lagi-lagi menunggu badai yang kau ciptakan begitu damai di lembah landai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-112013962670993902?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/112013962670993902/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=112013962670993902' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112013962670993902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112013962670993902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/06/dazed-and-confused.html' title='Dazed and Confused?'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-111909073295513916</id><published>2005-06-18T17:23:00.000+07:00</published><updated>2005-06-18T17:38:38.320+07:00</updated><title type='text'>Ali Topan Mungkin Kesepian</title><content type='html'>jalanan memutih, seperti ujung mata. menyelinapi marka-marka. membilah kata. hujan tak lagi pakai rasa. gerimis dan derai di seteriak aduh. pada jam-jam kecil, senyum pudar di detik-detik yang jatuh. kantukku tak pulang. tergesa di titian matahari dan sepi merkuri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-111909073295513916?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/111909073295513916/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=111909073295513916' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111909073295513916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111909073295513916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/06/ali-topan-mungkin-kesepian.html' title='Ali Topan Mungkin Kesepian'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-111838415477400223</id><published>2005-06-10T12:39:00.000+07:00</published><updated>2005-06-10T13:15:54.776+07:00</updated><title type='text'>Tori</title><content type='html'>aku mencintainya. mencintai rambut merahnya, mencintai suaranya, mencintai caranya memainkan jemarinya di atas tuts-tuts piano dan organ atau orgel, mencintai puisi-puisinya. aku mencintai ketika gerimis memenuhi malam dan mendengarkan lagu-lagunya sayup di telingaku, bahkan ketika aku tak memutarnya di tape deck atau mp3 player. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tori, gadis berambut merah ini mulai kucintai sejak aku mendengarkan "Merman", single yang ia buat untuk album kompilasi bagi anak-anak korban perang. sejak itu aku intens mendengarkan lagu-lagunya. "Cornflake Girl" adalah lagunya yang kedua yang kucintai. Nada-nadanya memelintir jenakku, membuatku berjingkat dan menari kecil, walau dalam getir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, syairnya getir, makanya aku suka. aku cinta. kegetiran tori begitu lihai menyusupi relung-relung otak kiriku dan segera aku akan banting setir ke otak kanan. menggelinjangi matahari, lalu mati hati. sensasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudahlah. aku mau dengarkan tori lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sleeps With Butterflies&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;airplanes&lt;br /&gt;take you away again&lt;br /&gt;are you flying above where we live&lt;br /&gt;then i look up, a glare in my eyes&lt;br /&gt;are you having regrets about last night&lt;br /&gt;i'm not, but i like rivers that&lt;br /&gt;rush in&lt;br /&gt;so then i dove in&lt;br /&gt;is there trouble ahead for you, the acrobat&lt;br /&gt;i won't push you, unless you have a net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;you say the word you know i will find you&lt;br /&gt;or if you need some time i don't mind&lt;br /&gt;i don't hold on to the tail of your kite&lt;br /&gt;i'm not like the girls that you've known&lt;br /&gt;but i believe i'm worth coming home to&lt;br /&gt;kiss away night&lt;br /&gt;this girl only sleeps with butterflies&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;with butterflies&lt;br /&gt;so go on and fly then, boy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;balloons look good from on the ground&lt;br /&gt;i fear with pins and needles around&lt;br /&gt;we may fall then stumble upon a carousel&lt;br /&gt;it could take us anywhere&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;you say the word you know i will find you&lt;br /&gt;or if you need some time i don't mind&lt;br /&gt;i don't hold on to the tail of your kite&lt;br /&gt;i'm not like the girls that you've known&lt;br /&gt;but i believe i'm worth coming home to&lt;br /&gt;kiss her, waiting by this girl&lt;br /&gt;this girl&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;you say the word you know i will find you&lt;br /&gt;or if you need some time i don't mind&lt;br /&gt;i don't hold onto the tail of your kite&lt;br /&gt;i'm not like the girls that you've known&lt;br /&gt;but i believe i'm worth coming home to&lt;br /&gt;kiss away night&lt;br /&gt;this girl only sleeps with butterflies&lt;br /&gt;with butterflies&lt;br /&gt;with butterflies&lt;br /&gt;so go on and fly boy&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-111838415477400223?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/111838415477400223/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=111838415477400223' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111838415477400223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111838415477400223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/06/tori.html' title='Tori'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-111823587613832645</id><published>2005-06-08T19:32:00.000+07:00</published><updated>2005-06-08T20:05:59.533+07:00</updated><title type='text'>Gadis Keripik Jagung</title><content type='html'>:&lt;span style="font-style:italic;"&gt;p_ea&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melupakan bungkus adalah kealpaan tertinggi bagi semua pengguna dan pengkonsumsi makanan ber-MSG. dalam bungkus aluminium foil, terlindungilah irisan garing gurih hati. makan, ketagihan, keracunan, remukkan, tinggalkan. buang rindu sembarangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lidah kelak bertanya:&lt;br /&gt;apakah artinya "SEKIAN" ?&lt;br /&gt;kali ini, aku ingin menunggu jawaban.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-111823587613832645?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/111823587613832645/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=111823587613832645' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111823587613832645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111823587613832645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/06/gadis-keripik-jagung.html' title='Gadis Keripik Jagung'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-111817631608190213</id><published>2005-06-08T03:16:00.000+07:00</published><updated>2005-06-08T03:31:56.086+07:00</updated><title type='text'>Serunai Bunga Jambu</title><content type='html'>Ibu, aku tumbuh menjadi air mata. Mengalir di tepitepi kecemasan. Menjalari juntai ketakberdayaan. Aku bermain di titian risau, menyeberangi ketidak pastian yang curam dan panjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teduh hanyalah mimpi dari sebuah hidup yang singkat dan penuh tekateki serta humor tak lucu. Duniaku ramai, Ibu. Kembang api meletup-letup di jantungku, melebur-lebur warna-warni cita di lembar-lembar diktat kuliahku. Dan dia adalah pilarku, tempatku meredakan gelegar waktu, menyantap hasil hari, dan merebahkan perihku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu, air mata ini ingin berubah menjadi telaga baginya, bagi hidupku. Teduh dan bening.  Aku ingin jadi akhir dari kehausannya, titiran kecil yang menerbitkan tawanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku, Ibu. Inilah dayaku, mengumpulkan segenap juang untuk pergi darimu dan menetap di hatinya. Sekecup cinta pernah dan selalu kuabdikan untukmu. Kini relakanlah aku untuk membagi nafasku dalam sebuah dunia mungil yang paling sederhana bersamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(sebagaimana janjiku untuk si Bunga Jambu untuk hadiah pernikahannya...)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-111817631608190213?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/111817631608190213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=111817631608190213' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111817631608190213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111817631608190213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/06/serunai-bunga-jambu.html' title='Serunai Bunga Jambu'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-111804431376760046</id><published>2005-06-06T14:12:00.000+07:00</published><updated>2005-06-06T14:51:53.773+07:00</updated><title type='text'>Biar Saja Kita Yang...</title><content type='html'>Biar saja kita yang menyimpan rindu kenari. Berjatuhan matang mencari bahagia di hangat sarang-sarang tupai. Seperti siang itu, ketika berkunjung ke rumahmu dan menemukan senyum tak lepas dari wajahmu. Di pangkuanmu itu mutiara-mutiara putih berlompatan, mencari seputing susu, mengisi hati dengan satu-satunya benda yang mereka percaya: dua pasang bola mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"siapa yang menyangka sih gue bakal begini, ndu? dulu lo liat gue belajar kayak orang kesetanan, kerja di gedung tinggi. liat aja gue sama reba sekarang. hahaha! ibu rumah tangga teladan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ibu, tahukah kau jika di balik rusuh waktu, aku pun ingin menjadi sepertimu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"nggak nyangka ya, orang purba itu mau nikah? after all we've done?! God! hahaha! jadi tanggalnya kapan? lo dapet bocoran gak? gue mau ngasih kado yang oke banget buat bininya... liat aja ntar..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ave maria dan jalan lain ke hatimu. panjang, berliku. tak mudah memang mendapat cintamu. hanya cintamu.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ih, siapa bilang gue tukang mabok? enak aje. apalagi ama elu, dul. ngapain ke bandung? tapi ane jemput bini dulu di jkt ye? dah sebulan ditinggal ke amrikah. sian pan ane, dah sebulan kaga dikasi sangu... kangen ama anak bule kecil..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;bahkan hidupmu yang berlimpahan itu pun menjadi sebuah perjuangan. betapa.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar saja kita yang duduk di sini menghabiskan waktu yang tak surut di wajah-wajahmu. Setelah rindu puas mendendam dan sepasang surat hijau-cokelat di tangan. Inikah akhir perjalanan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"besok langsung ke kedutaan. kalian harus ke luar akhir bulan ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kami tak peduli mau kemana. sekarang kami tak lagi tergesa. kami telah menetap di hati selamanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"thanks, ndu. you're the best."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"no, no... you are the best couple i've ever met. biar mereka belajar apa artinya berjuang mencari bahagia dari kalian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memeluk tubuh rampingmu. Ledak-ledak perih itu mereda. Detik-detik ini telah menjadi legenda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar saja kita yang menyimpan rahasia. Menyimpan raunganmu dan sebilah pisau yang kembali kulihat di tanganku. Siapa yang telah kutancapkan? Punggungmu menjilati malam dan kusajikan sepinggan senyum entah untuk apa. Dinginkan saja di lemari es bersama strawberry baru matang itu. Besok pagi, rahasia itu akan meleleh di dalam mulutku. Rasa strawberry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;untuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar saja kita yang menahan waktu. Setelah 6 tahun dan aku masih belum menyingkirkan wajah sederhanamu. Berkilau di balik layar handphone, meninabobokanku di palung samudera dalam. Mengapa kita terlahir berbeda? Andai Tuhan merencanakan dan aku yang menentukan. Kau adalah satu-satunya harta yang takkan ingin kusimpan di kotak pandora yang terpendam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menghilang lagi. Aku tak pernah sanggup melihatmu pergi dan aku tahu kau tak ingin. Aku lelah mendengar tik-tak berhitung hanya untuk menunggumu menyerah pada jejalan hidup lalu terbang kembali ke awan-awan, mengirimiku hujan. Aku ingin diam di depanmu, seperti 6 tahun yang lalu, 4 tahun yang lalu, 2 tahun yang lalu. Tak pernah surut, hingga detik-detik membawamu kembali dan membawaku kembali dalam lamunan tangan kosong.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-111804431376760046?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/111804431376760046/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=111804431376760046' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111804431376760046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111804431376760046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/06/biar-saja-kita-yang.html' title='Biar Saja Kita Yang...'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-111703101610407375</id><published>2005-05-25T20:36:00.000+07:00</published><updated>2005-05-25T21:23:36.110+07:00</updated><title type='text'>Mencari Bahagia</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Banyak cara untuk mencari bahagia. Seperti siang itu, melihat teman-teman penyair berkumpul di PDS HB Jassin. Sudah lama kami tidak berkumpul seperti ini, berdiskusi, dan orgasme puisi. Lalu, aku melihatnya masuk dari pintu. Begitu tenang, tapi terlihat wajahnya yang kecapaian. Hmmm... entah kenapa ada 'rindu' menyelip dari pintu-pintu nadi, ada desir aneh melihatnya berjalan ke arahku dan tersenyum. "Apa kabar?" Aku menjabat erat tangannya, hanya sebentar, lalu dia pun menjauh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama dia mendekat, membawa sebungkus rokok dan sibuk dengan HPnya yang low-batt. Kami tak banyak bicara. Ia menjawab beberapa telepon dan memaki ketika sang alat komunikasi tiba-tiba mati. Wajahnya tampak kesal, aku tersenyum, dia pun lalu tersenyum. Sebentar kemudian dia menghilang lagi di tengah kerumunan basa-basi dan penuh silaturahmi. Malam itu, aku menemukannya terbaring di sampingku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu membuka pintu. Dia masih terlilit handuk. "Hai, manis. Ayo masuk..." Suaranya masih berat, mendesah, dan aku mengutuk genderku. Dia melepaskan handuknya, berdiri telanjang sambil mengeringkan rambutnya. Aku hanya terpana melihat tubuhnya, masih bagus seperti dulu. Tidak ada yang kurang darinya. Buah dada yang sedang montok, ukuran pinggang dan pinggul yang sempurna, kulit agak kecoklatan khas negeri tropik. Sesekali dia bergoyang mengikuti irama musik dari televisi. Aku jadi hilang konsentrasi dan mengutuki masa PMS-ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia melilitkan handuk lagi dan membaringkan diri di sebelahku. Dia menyalakan sebatang rokok dan semerta semburan asap mengurungku. "Ngapain ke Bandung?" tanyanya lembut. Aku jawab aku sedang refreshing. Dia tertawa dan bilang tak percaya. "Mau menggali luka ya?" Aku memelototinya dan menyambar sebatang rokok. Dia terbahak. Tiba-tiba kakinya mengikat pinggangku. "&lt;em&gt;Honey&lt;/em&gt;, kalau ada aku, kamu tidak butuh laki-laki." Aku hampir tersedak asap. Tungkai kakinya mengunciku, membuatku terdiam meniti betis halus itu. "Andai saja aku bisa melupakan penis dan bersetia dengan kulit halusmu, aku pasti akan memilihmu." Dia ngakak sambil menendang pinggangku. "&lt;em&gt;They hurt you so bad, darling. And i will never!&lt;/em&gt; Tapi kamu nggak pernah melihatku, perasaanku ke kamu, dan aku akan memberikan apa yang tak pernah mereka berikan ke kamu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menatap wajahnya di balik semburan asap. Dia tampak sangat cantik, sangat sexy di balik handuk putihnya. Kukecup pipinya lembut sambil berbisik,"&lt;em&gt;I don't believe you, sweetie. You're a bisex.&lt;/em&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 botol bir, 2 pak rokok. Kutemani dia menelan malam. Bukankah hidup adalah untuk merayakan kesepian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat wajahnya. Begitu pucat. Aku bisa merasakan energinya di punggungku ketika kami menyusuri tangga-tangga itu. Di pintu itu aku melepaskan perempuan itu. Pergilah, waktunya mencari bahagia. Kau berhak mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jika kamu kuatir apa yang akan terjadi, dan bertanya-tanya apa yang sudah terjadi, kamu sebenarnya tidak memperhatikan apa yang sedang terjadi. sayang, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;speak indonesian, please&lt;/em&gt;?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"entah kenapa... malam itu, aku kepingin punya anak dari kamu... apa ini dendam?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"hmm... bisa jadi, aku juga dendam. tapi sayang... kali ini tidak berhasil, tadi pagi aku menstruasi. semoga bisa lain kali. take care."&lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-111703101610407375?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/111703101610407375/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=111703101610407375' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111703101610407375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111703101610407375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/05/mencari-bahagia.html' title='Mencari Bahagia'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-111656522367588888</id><published>2005-05-20T11:40:00.000+07:00</published><updated>2005-05-20T12:00:23.683+07:00</updated><title type='text'>Dia</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Dia muncul dari balik kerumunan orang-orang. Memakai kaos putih lengan panjang dengan tulisan “reebok” di tengahnya, jeans agak gombrong warna khaki, dan kupluk coklat tua bergaris. Kacamatanya sudah ganti. Aku masih mengingat bentuk kacamatanya yang dulu waktu kami bertemu 2 tahun yang lalu. Dia tampak mencari-cariku sebentar di deretan bangku-bangku aluminium. Tangannya sedang meraih HP dari saku celananya ketika aku melambaikan tangan. Dia tersenyum lebar, menyelipkan HP-nya lagi ke saku dan menghampiriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berusaha menjadi orang baik dengan mengajaknya bersalaman, tapi dia tertawa mengejek sambil menyambar bahuku lalu memelukku erat. “Kamu langsingan!” serunya. Mendadak aku malu. Entah ge-er atau malu. Dipeluk laki-laki ini dan dibilang langsingan pulak! Dia terkekeh lalu ijin memesan kopi dulu. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku menatap punggungnya saat dia ke kasir. Berapa kali aku bilang kalau aku mudah tertarik dengan laki-laki berpunggung bidang? Platonic orgasm. Aku mengenalnya dari seorang teman 2 tahun yang lalu. Aku tak pernah berpikir lelaki macam dia mau berkenalan denganku. Tapi aku masih ingat dia menatapku tanpa henti dan aku merasa sangat terganggu. “Kenapa, mas? Belum pernah melihat penyair cyber &lt;em&gt;in real life&lt;/em&gt;? Maaf kalau keadaan duniawi saya sangat mengecewakan.” Sejak itu dia menelponku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Too bad&lt;/em&gt;, kamu nggak bisa minum kopi lagi...,” ujarnya setelah dia kembali ke meja kami. Aku tersenyum kecut. Kopi adalah minuman favoritku sejak aku melewati masa balita dan kini harus direnggut paksa oleh dokterku. Kalimat dokterku mengganggu konsentrasiku menikmati wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“So? Kapan dikirim ke Leverkussen sama Bayer?” tanyanya di teguk kopi yang pertama. Aku terkekeh. Aku takkan pernah dikirim ke sana oleh klienku yang satu itu. Siapalah aku? Cuma pengarang naskah iklan untuk beberapa produk klien yang kalah di pasaran. Dia tersenyum kecut. Dia berharap aku dikirim ke Jerman begitu tahu aku menangani Bayer. “Lagipula, sebentar lagi aku &lt;em&gt;resign&lt;/em&gt; kok.” Dia menatapku tak percaya. Aku segera menjelaskan &lt;em&gt;case per case&lt;/em&gt; mengapa aku harus resign, termasuk rencanaku ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Patah hati termasuk?” semburnya kemudian. Aku tertawa terbahak. Tapi dia tak berhenti menatapku penuh tanda tanya. “&lt;em&gt;That’s a tricky question, dude!&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, dia tidak pernah berhenti memandangiku. Dan aku memandangi hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-caller id-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hei… udah tidur?”&lt;br /&gt;“Belom. Dimana kamu? Rame amat…”&lt;br /&gt;“Di Kemang. Lagi main bilyar sama anak-anak. Kok belum tidur?”&lt;br /&gt;“Tadinya lagi bikin laporan, tapi nggak ada ide lagi, trus nonton VH1.”&lt;br /&gt;“Mau nyusul ke sini? Aku jemput.”&lt;br /&gt;“Yeah rite…aku agak demam.”&lt;br /&gt;“Hmm.. obat kamu dah abis?”&lt;br /&gt;“Udah. Udah bosen juga minumnya. Masih muntah-muntah juga.”&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Oh..shit… go to the doctor, k? Please…?&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;I have enough doctors…&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;“Mau aku ke sana bawa makanan?”&lt;br /&gt;“Nggak usah.&lt;em&gt; I’m fine&lt;/em&gt;. Kamu senang-senang aja. &lt;em&gt;Enjoy your vacation. Your pals miss you.&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Don’t you?&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Pardon?&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;“Hehe… &lt;em&gt;Nothing&lt;/em&gt;. Istirahat ya, freulain. &lt;em&gt;I’ll call you tomorrow. Miss you.&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;What&lt;/em&gt;…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-click-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjemputku siang itu. Aku belum mandi dan tak peduli. Aku mengiyakan tebakannya soal belum mandiku. Menurutku, seorang teman sejati tidak akan peduli apakah temannya sudah mandi atau belum. Aku punya beberapa teman dekat yang jarang mandi, dan aku tak peduli selama mereka baik-baik saja dengan itu dan bahagia. Dia terkekeh mendengar argumenku. Aku mengernyitkan dahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menuju foodcourt sebuah plasa. Sebenarnya aku sedang tak ingin mengisi perutku dengan apa pun. Sebelum dia menjemputku, aku sudah mengeluarkan isi perutku dan aku merasa kapok untuk makan. Tapi dia memaksaku dengan semua alibi kesehatannya. Aku sedikit tersentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nanti temenin ke Kinokuniya ya?” ajaknya dengan mulut penuh daging domba. Aku mengangguk cepat. Lebih baik aku melahap buku daripada harus melahap nasi sayur ini. Tapi aku tak bisa apa-apa. Matanya selalu mengawasi tiap kali aku menyuapkan sesendok demi sesendok nasi sayur. Aku selalu meringis tiap kali makanan itu melorot ke lambungku. Dia menatapku iba. “Sakit banget ya? Dikunyah yang halus…baru ditelan. Kamu mesti makan. Aku nggak suka ngeliat kamu makin kurus begini. Dua minggu aku di sini, kita sering makan sama-sama dan aku malah melihat kamu makin kurus. Minggu ini turun berapa kilo lagi?” Aku mengangkat jari telunjukku sambil meringis, sepotong kecil daging ayam melesak masuk tanpa terkunyah halus. Dia menggeleng-gelengkan kepala. Aku makin membenci pembicaraan ini. Bicarakan apa saja, tapi jangan bahas lambungku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataku memilah-milah judul buku di rak bagian Hobby. Aku sudah tak peduli dia ada di mana. Aku tak peduli orang lain kalau sudah di toko buku. Kita sudah besar, bisa jaga diri. Toh ada benda bernama handphone. Aku sedang hanyut di lembar-lembar buku sulam menyulam ketika dua tangan besar nemplok di punggungku. “&lt;em&gt;Knitting? You kidding me, right?&lt;/em&gt;” suaranya muncul dari belakang kepalaku. Aku menoleh. Matanya memang sedang menatap buku yang kubaca setengah tak percaya. So what gitu loh?! &lt;em&gt;I have other hobbies than writing!&lt;/em&gt; Dia tertawa, meminta maaf, lalu memelukku erat. Entah di mana, tapi aku tahu di dalam tulang igaku ada yang berdarah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang kamu lihat dari aku?”&lt;br /&gt;“Semuanya.”&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;You like me because of my writings, kan?&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;“…”&lt;br /&gt;“Akuilah… &lt;em&gt;Just like the others&lt;/em&gt;...”&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Which others&lt;/em&gt;? Jangan samain aku sama yang kemarin, non.”&lt;br /&gt;“Ha… Kamu belum tahu aku gimana.”&lt;br /&gt;“Memangnya kamu gimana?”&lt;br /&gt;“Seperti ini….”&lt;br /&gt;“Hei! Kamu apa-apaan sih?!”&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Watch your wheel, mister…&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;GODDAMN IT! What are you trying to do?!&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;“Masih suka?”&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Geez… don’t do that to yourself…&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;It’s me, now. Mutilated. Do you want to accept it?&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Please…&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;It’s my writing, D. Not me.&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Cut the crap!&lt;/em&gt; Aku suka kamu. &lt;em&gt;The whole you. Period.&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;“Bahkan aku yang begini?”&lt;br /&gt;“IYA!”&lt;br /&gt;“Hmm… pikir lagi deh. Sekarang kita jalan-jalan aja.”&lt;br /&gt;“Aku yakin...”&lt;br /&gt;“Shhh… &lt;em&gt;don’t speak. Just drive.&lt;/em&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam masih panjang, sepanjang jalan Thamrin dan Sudirman. Aku masih ingin berputar di sini bersamanya. Tidak untuk apa-apa. Hanya bersama dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS itu… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Would u marry me? Sorry caranya ga proper. Prefer face to face. Tp aku ga sempet hr ini. Aku brkt nanti mlm. Jwbnmu yg tentukan kpn aku blk ke indo. I love you. I do.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(liat deh. ada orang gila.)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(say I do!! nanti kalo anak lu lahir, KTPnya keren. Lahirnya di frankfurt, bukan ciputat or gegerkalong!)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“You’ll find someone better than me. Take a good care, have a nice summer.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(ah.. kowe ki pancen nggaya kok, ndu! hahahaha!)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(gw emg manusia penuh gaya. hehe! in my life, shit happens all the time, mam… all the time…)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(yo ra popo, biar shit happens terus, gue tetep sayang elu kok.)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…jgn pingsan sembarangan lagi ya? nanti aku ikut pingsan di sana. Take care and Gutten nacht, freulain…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ :’) “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(bu, gue gak masuk ya? gue muntah-muntah lagi pagi ini. thx.)&lt;/em&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-111656522367588888?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/111656522367588888/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=111656522367588888' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111656522367588888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111656522367588888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/05/dia.html' title='Dia'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-111647776570828686</id><published>2005-05-19T11:19:00.000+07:00</published><updated>2005-05-19T11:42:45.710+07:00</updated><title type='text'>Mungkinkah....</title><content type='html'>...menulis novel?&lt;br /&gt;mungkin. harus dicoba. tidak ada salahnya.&lt;br /&gt;wish me luck.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;btw, thanks mr. puthut for your support.&lt;br /&gt;semoga tidak mengecewakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-111647776570828686?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/111647776570828686/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=111647776570828686' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111647776570828686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111647776570828686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/05/mungkinkah.html' title='Mungkinkah....'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-111605591589830140</id><published>2005-05-14T13:34:00.000+07:00</published><updated>2005-05-14T14:31:55.903+07:00</updated><title type='text'>Pengangguran Prosa Di Bata Merah</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Kemarin saya sedang 'no clue' ketika seorang teman memanggil saya ke TIM untuk menonton pertunjukkan monolog. Sebenarnya saya sedang tidak berkesenian karena di otak saya sedang penuh dengan hitungan dagang yang baru saya diskusikan dengan para partner bisnis. Gaya ya? Hehehe... Tapi ya begitulah, saya sedang tidak nge-tune dengan bentuk kesenian apa pun. Dan saya pun hanya menemui teman-teman saya di pelataran bata merah TIM setelah mereka selesai menonton sesi pertama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Monolognya jelek!" demikian umpat Ucu, rekan cerpenis, yang masih sibuk mengunyah burung dara goreng. Dan itu segera diiyakan oleh Paman Idaman dan Nandan (saya baru bertemu dengannya malam itu, dia anak 68H yang sedang meliput pentas monolog). Saya tidak komentar, tapi itu makin membuat saya malas menonton pertunjukkan selanjutnya. "Ya sudah, kita nyampah saja di sini!" ujar Ucu lagi. Tak lama kami berempat pun asyik ngobrol ngalor ngidul tentang apa saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucu baru saja berhenti kerja. Itu mengejutkan saya. Bulan ini saya merasa punya banyak teman senasib. Ucu bilang tabungannya hampir habis, dan dia merasa harus mencari pekerjaan tetap yang sementara. Hmmm... Begitu dia menyebutkan angka tabungannya, saya tertegun karena itu jumlah yang lumayan BOROS untuk pemakaian 5 bulan. Tapi saya hanya tertawa-tawa, seperti Ucu juga cengar-cengir sambil menjilati jemarinya yang masih bau burung dara goreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia pun bertanya,"Habis ini kau mau ngapain, Ndu?"&lt;br /&gt;Saya jawab,"Wiraswasta."&lt;br /&gt;Ucu bilang,"Buset! Oke tuh! Modal berapa?"&lt;br /&gt;Saya jawab lagi,"Modalnya usaha."&lt;br /&gt;Ucu terdiam lalu memesan semangkuk bakso. Saya menarik asap rokok dalam-dalam lalu menjelaskan cara kerja saya yang baru. Dia pun mengangguk-angguk. "Boleh juga lu. Tapi gue yakin bukan itu doang kan?" Gantian saya yang cengar-cengir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama kami berdua pun larut dalam pembicaraan tentang "The Best Job". Saya dan Ucu ternyata satu tipe manusia yang hampir sama dalam memandang pekerjaan. Kami orang-orang yang ingin bekerja tanpa harus mengorbankan waktu untuk menulis. Saya kehilangan "insting" saya itu sejak bekerja kantoran. Saya tak punya waktu untuk memikirkan puisi apa yang akan saya buat karena saya tidak punya pengalaman, jarang berinteraksi dengan orang-orang, bahkan melupakan aktifitas dengan teman-teman lama. Bahkan ketika patah hati pun saya tidak bisa menulis apa pun. God... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dialami pula oleh Ucu, walaupun dia tak pernah separah saya karena dulu dia masih bisa jalan-jalan keluar kantor kalau suntuk. Ngobrol dengan orang-orang, kalau dapat ide, dia balik lagi ke kantor. Sekarang dia punya kumpulan cerpen sendiri. Dia pun memahami mengapa saya resign. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paman Idaman pamit untuk mengemong mantan pacar (diiringi tawa culas kami), Nandan juga panik untuk meliput monolog selanjutnya. Saya dan Ucu masih nyampah di bata merah. Tak lama Mia Amalia, penulis naskah sinetron, datang dan kami melanjutkan obrolan tentang pekerjaan. Dia menawarkan saya dan Ucu untuk menjadi co-writer. Terus terang saya tidak tertarik karena saya ada rencana mau jalan-jalan dalam waktu dekat. Mungkin lain kali akan saya pikirkan, karena lumayan juga untuk penghasilan sebulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku cuma sedang tidak mau waktuku dibeli. Aku percaya, dengan melakukan apa yang kusuka, pikiran dan tubuhku bisa bebas bergerak, dan aku bisa mendapatkan beberapa lembar rupiah dan kepuasan yang tidak ada duanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucu mengangguk lagi. Dia pun memesan belibis goreng dan makan untuk yang ketiga kalinya. "Sorry, gue lagi minum temulawak untuk pencernaan." Sementara saya meringis, beberapa iris sate ayam yang tadi saya makan pun harus saya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kembalikan&lt;/span&gt; ke got.&lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-111605591589830140?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/111605591589830140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=111605591589830140' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111605591589830140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111605591589830140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/05/pengangguran-prosa-di-bata-merah.html' title='Pengangguran Prosa Di Bata Merah'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-111580468003220036</id><published>2005-05-11T14:36:00.000+07:00</published><updated>2005-05-11T20:01:28.233+07:00</updated><title type='text'>Welcome To Da Island of Bradda Souljah!</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Sebelum saya membuat tulisan ini, saya lebih dulu meng-sms mohon ampun kepada Danar karena baru hari ini membeli album &lt;strong&gt;Souljah "Breaking The Roots"&lt;/strong&gt;. Dan sebagaimana tulisan ini hendak dibuat menjadi sebuah 'review' kecil untuk album Souljah, maka saya akan melepaskan hubungan personal saya dengan Danar dan berharap Bradda Souljah menyadari bahwa duri yang saya tanam di sini terlebih karena saya mencintai Souljah. &lt;em&gt;Respect Bradda&lt;/em&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Listen to Da Island&lt;/em&gt; sebagai lagu pertama memang pas untuk memasuki Souljah Braddahood. Bradda Souljah seperti baru turun dari kapal ke sebuah pulau terpencil sambil membawa alat-alat band-nya dan kegirangan di pantai putihnya. Uffhh... &lt;em&gt;you gotta love this song&lt;/em&gt;. Sentuhan elektronik-mikzup di bagian akhir lagu menjadi bagian klimaks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara &lt;em&gt;Magenta&lt;/em&gt; (featuring Happy Salma), &lt;em&gt;Mati Menahan Rindu&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Jamaica's Away &lt;/em&gt;(featuring Hendrix Rastafara), &lt;em&gt;Lelaki "Itu"&lt;/em&gt; (featuring Sundari Sukotjo), &lt;em&gt;All I Know &lt;/em&gt;(featuring Soulid) dan &lt;em&gt;Mahalo&lt;/em&gt; (featuring Popok) sisi lembut Souljah muncul walaupun tak akan menjadikan lelaki paling perkasa sekalipun merasa banci. Lagu-lagu ini sebagian besar syairnya dibuat oleh Danar yang notabene memberikan kontribusi lirik 'feminin' dalam lagu. Dalam "Magenta" dan "Mati Menahan Rindu" lebih nge-pop dan girlish. Sementara Lelaki "Itu", "Jamaica's Away", dan "All I Know" terdengar lebih dewasa dan "unisex". Bantuan dari artis-artis lain lebih memperkuat lagu itu. Suara mbak Sundari Sukotjo yang sudah lama tidak kita dengar sejak era keroncong TVRI membuat vokal Danar dan musik Souljah jadi lebih manis. Bringing her to this album is really rawk! Kelima lagu tadi terdengar labih kalem dan Souljah seperti ingin mengembangkan genre baru dalam genus musik reggae yaitu relaxing-ska. &lt;em&gt;And hey... Happy Salma really can sing!&lt;/em&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara &lt;em&gt;All The People In The World&lt;/em&gt; mengingatkan saya pada lagu-lagu braddas Wailers. Paduan reggae, &lt;em&gt;chicano&lt;/em&gt; dan a lil bit of rock di &lt;em&gt;Stripper&lt;/em&gt;. Ditutup dengan banyaknya sentuhan pop dan elektronik di &lt;em&gt;All I Know&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;The Day the World Turns into Grey &lt;/em&gt;(featuring Bad Mono), dan &lt;em&gt;The Nation&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;i think &lt;/em&gt;lagu ini bisa jadi hip di '&lt;em&gt;kedutaan&lt;/em&gt;').&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksperimen Souljah dalam lagu-lagunya didukung oleh kekreatifan para personil Souljah yang sebagian besar mantan pegawai iklan. &lt;em&gt;Pushing the edge are the words, bradda&lt;/em&gt;. Mereka berhenti menikmati kemapanan gaji pekerja iklan dan lebih memilih berjuang membawa Soul to Jah CD playa. Hmm... mungkin inilah yang disebut semangat rasta. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak ska booming sampai banyak band ska kembali jadi punk fashion, Souljah tetap konsisten di jalurnya dengan syair-syairnya yang lebih 'dalam' dan tidak sekedar 'lucu-lucuan'. Eksperimen musik Souljah berbeda dengan band-band ska lain yang sering kali menjadi terlalu membosankan. Keberanian Souljah untuk tetap membawa ska dan menjadikan ska tetap 'gaul' dengan cara mengawinkannya dengan aliran-aliran lain adalah nilai plus yang harus dicontoh oleh band-band indie yang makin lama makin "gitu-gitu aja pun". Saya yakin, perjuangan Souljah sampai ke titik ini akan menjadi bekal yang cukup untuk terus menebarkan virus rastafarian ke seluruh Indonesia. &lt;em&gt;Keep da waves rollin', bradda. Respect&lt;/em&gt;!&lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-111580468003220036?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/111580468003220036/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=111580468003220036' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111580468003220036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111580468003220036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/05/welcome-to-da-island-of-bradda-souljah.html' title='Welcome To Da Island of Bradda Souljah!'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-111562505419548261</id><published>2005-05-09T14:42:00.000+07:00</published><updated>2005-05-09T14:50:54.200+07:00</updated><title type='text'>Who are You?</title><content type='html'>Blogspot is what you HAVE, it's a record, a picture of you, maybe it's time to stand on what you ARE. Standing on what you ARE give you capability to rebuild better or peacefully let go ANYTHING you loose. Because FREEDOM is just another word for nothing left to loose. If you find freedom, love will find you. FYI, we always love you, ndu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(sebuah sms dari seorang paman paling jelek yang pernah dipunyai tetapi dicintai oleh keponakan mana pun di dunia... thank you, uncle hagrid... i love you too.)&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-111562505419548261?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/111562505419548261/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=111562505419548261' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111562505419548261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111562505419548261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/05/who-are-you.html' title='Who are You?'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-111544515863982498</id><published>2005-05-07T12:11:00.000+07:00</published><updated>2005-05-07T12:52:38.660+07:00</updated><title type='text'>Frozen Heart Club</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Di kantor saya ada sebuah kelompok  bernama &lt;strong&gt;KEJORA&lt;/strong&gt; alias Kelompok Jomblo Radikal. Berbeda dengan singkatan yang hampir mirip, Kelompok Jomblo Gembira. Diganti Radikal karena anggota kelompok ini merasa bahwa jadi jomblo itu tidak gembira. Saya sepakat. Ini seperti Frozen Heart Club, kelompok sakit hati yang hampir sama. Dan saya diajak bergabung. Acaranya antara lain adalah &lt;em&gt;JuLing&lt;/em&gt; alias&lt;em&gt; Jumat Clubbing&lt;/em&gt;. Saya langsung mengernyitkan dahi. Seorang teman terbahak: &lt;em&gt;"Jangan ajak dia... Randu gampang masuk angin di tempat clubbing..."&lt;/em&gt; Tapi tadi malam saya ikut juga acara JuLing itu, walaupun saya hanya sampai coffee shop sementara yang lain melanjutkan perjalanan Cinderella ke &lt;em&gt;'kedutaan'&lt;/em&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tapi kemarin saya lelah sekali dan memang kepingin cepat-cepat tidur. Siangnya, setelah saya menyelesaikan tugas di kantor, saya pergi ke peluncuran novel baru seorang kawan saya, Puthut EA. Saya sudah di-sms sejak pagi, diwanti-wanti supaya datang. Saya pikir, wah, tumben sekali Puthut mengundang segencar ini. Siangnya saya menanyakan lagi dimana acara peluncurannya dan dia bilang di plasa senayan. Saya menatap layar handphone saya. Itu sebuah kombinasi yang lumayan aneh. Puthut EA dan Plasa Senayan. Puthut EA dan TIM, itu pas. Puthut EA dan TUK, juga pas. Puthut EA dan Pusat Kebudayaan Rusia, mungkin paling pas. Tapi Plasa Senayan? Hmmm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Akhirnya saya pergi juga sore itu. Saya ditemani oleh 2 orang teman kantor yang manis-manis. Kami makan dulu di &lt;em&gt;foodcourt&lt;/em&gt; Plasa Senayan. Setelah itu kami menghampiri ke lokasi. Di sana terlihat Puthut dan Eka Kurniawan. Puthut lumayan langsing sekarang. :) Eka agak gemuk, dan katanya akan ada pembahasan novelnya yang baru di QB Plasa Semanggi minggu depan. Tapi acara belum juga dimulai. Setelah memperkenalkan 2 teman saya kepada Puthut dan Eka, saya pun permisi sebentar mau ke butik sebelah. Biasa... perempuan memang susah mengendalikan perasaan di depan etalase bertuliskan &lt;em&gt;'sale up to 50%'&lt;/em&gt;. Puthut dan Eka tampaknya mengerti. Lagi pula saya sedang kepingin menyiksa perasaan Puthut ketika saya membawa 2 teman saya yang manis seperti bidadari itu pergi dari sana. Matanya itu lho, nelangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lalu saya balik lagi. 2 bidadari itu mau pulang duluan. Saya masuk ke kafe tempat peluncuran buku menyambangi Puthut dan Eka lagi. Tak lama acara dimulai. Saya baru menyadari kenapa Puthut membutuhkan orang yang dia kenal untuk menemaninya di situ. Ternyata di sana  banyak wartawan infotainment! Begitu acara dimulai, Puthut diserbu belasan kamera. Aku dan Eka tak tahan melihat wajahnya yang makin mengiba di depan sana. 2 menit kemudian Lisabona dan Alex datang. Mereka terkejut melihat Puthut diserbu wartawan, tapi habis itu langsung tertawa-tawa bersama saya dan Eka. Tak lama bintang sinetron yang dinovelkan oleh Puthut pun datang, Tora dan Dinna. Belasan kamera itu pun langsung berpindah ke 2 wajah tadi. Puthut dilupakan oleh wartawan, dan teman-teman. Kami  berempat sibuk diskusi sendiri soal diskusi bukunya Eka, pengelolaan galeri, dan menghilangnya 'perempuan jawa semok berambut panjang' yang selama ini dilabelkan pada saya oleh Lisa dan Alex karena bobot saya berkurang drastis. Saya terkekeh: "bagaimana kalau diganti jadi cewek slav tinggi kurus semampai?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kesimpulannya dari acara itu: BIASA AJA. Itu bukan peluncuran buku, tapi lebih pada umpan bagi para wartawan infotainment. Novelnya tidak diperhatikan di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Setelah balik ke kantor, saya membaca sedikit novel "Bunda" itu. Saya makin kesal dengan penyelenggara peluncuran novel itu. Sinetron macam begini seharusnya berterima kasih atau berbangga karena seorang Puthut EA bisa merubah naskah picisan menjadi novel yang layak baca. Ah sudahlah, Thut. Saya komentari 2 kumpulan prosamu saja nanti. Tunggu saja di Yogya bersama Frozen Heart Club.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-111544515863982498?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/111544515863982498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=111544515863982498' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111544515863982498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111544515863982498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/05/frozen-heart-club.html' title='Frozen Heart Club'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-111543475355275276</id><published>2005-05-07T09:46:00.000+07:00</published><updated>2005-05-07T09:59:13.560+07:00</updated><title type='text'>MaKaMiKi</title><content type='html'>Saya percaya, tidak ada keluarga yang sempurna di dunia. Bahkan keluarga nabi-nabi pun harus mengalami retak-retak kecil di temboknya. Apalagi keluarga saya. Temboknya penuh retak dan berlumut. Tapi apa daya, saya nyaman di sana. Meninggalkan pagarnya adalah siksaan untuk saya, seorang manusia tupai yang mengaku sebagai avonturir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;[makamiki adalah ucapan seorang gadis kecil ketika menyanyikan lagu 'my family']&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-111543475355275276?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/111543475355275276/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=111543475355275276' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111543475355275276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111543475355275276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/05/makamiki.html' title='MaKaMiKi'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-111519899766275443</id><published>2005-05-04T14:47:00.000+07:00</published><updated>2005-05-04T16:29:57.680+07:00</updated><title type='text'>Angkringan Di Little Tokyo</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Rambut Lurus&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya sedang bosan dengan rambut berombak saya. Sudah dua kali saya ke salon hanya untuk membuatnya selurus mungkin. Dan hasilnya, benar-benar beda. Seorang randurini yang tadinya mirip joan baez, akhirnya menjadi joan jett. Seluruh penghuni kantor selalu bersorak tiap kali saya datang dengan rambut saya yang lurus. Permanen? Hmmm... Boleh juga sih, dan semoga saya punya cukup uang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tegak Lurus&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya juga sedang bosan dengan kelakuan seorang atasan yang dengan sok tahunya melangkahi wilayah kerja saya. Dia membuat saya tampak bodoh, padahal dia sendiri bodohnya bukan main dan asal njeplak. Akhirnya ketika kemarin dia menyuruh saya mengganti body copy dengan body copy buatannya saya cuma bilang: &lt;em&gt;nggak ah!&lt;/em&gt; Dia tanya, kenapa? Saya jawab: &lt;em&gt;Ya nggak ajah! Kan gue copywriternya, bukan elu.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Percayalah... itu jawaban yang paling ingin diucapkan oleh seluruh divisi kreatif periklanan seluruh Indonesia kepada klien dan account executive yang sok tahu! Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jalan Lurus&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pulang dari kantor, saya langsung ke &lt;em&gt;Tea Addict&lt;/em&gt;. Janjian dengan beberapa teman. Mereka terkejut melihat rambut saya yang tegak lurus tadi. Katanya wajah saya jadi lebih feminin. Saya bilang kalau besok rambut saya pasti sudah belok-belok lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebentar kemudian saya sudah sibuk mengurusi dagangan dengan Nenden. Dia sedang flu berat, sisa dari InaCraft kemarin. Hari ini dia ke Bali. Lalu saya berbincang sebentar dengan Wenny, Zaenal dan Agung yang kebetulan sedang rapat di Tea Addict. Mereka surprise dengan penampilan saya. Saya langsung kecentilan. *berlagak cuek*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tak lama saya dikenalkan oleh beberapa orang teman baru dari &lt;em&gt;Masyarakat Komik Indonesia&lt;/em&gt; dan senior saya di kampus dulu. MKI mau melegalkan organisasi mereka (saya jadi teringat cybersastra). Sebentar kemudian kami langsung akrab dan berdiskusi seru soal organisasi dan hukum. Ternyata mereka anak STSI Bandung. Saya terperangkap di lingkaran "Bandung di Perantauan". Saya tersenyum dalam hati. Mungkin ini tanda-tanda bahwa jalan 180km lebih menuju ke selatan itu memang jalan saya. &lt;em&gt;Feels like home...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Di Depan, Belok Kiri, Bang!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dari Tea Addict saya melanjutkan perjalanan ke Melawai. Masih jam 8 malam. Lingkaran restoran Jepang sudah ramai. Mobil-mobil berjejer rapi dan wangi parfum merebak begitu melintasi gerbang parkir. Gadis-gadis bermakeup tebal berbaris di depan pintu dengan dress seronok dan hampir seragam. Sesekali mereka berteriak-teriak menawarkan sesuatu. Saya tidak mengerti apa yang mereka ucapkan karena dalam bahasa Jepang yang ada logat-logat Betawi dan Sundanya sedikit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lalu saya berakhir di angkringan di depan Mitsubachi (kata Agung bacanya Masturbasi). Saya pesan nasi kucing, ceker ayam goreng, kepala ayam goreng, dan es teh manis. Beberapa pria bermata sipit berkali-kali lewat mengganggu konsentrasi makan saya karena tiap kali mereka lewat, perempuan-perempuan tadi pun berteriak-teriak menawarkan tempat kerjanya masing-masing. Seorang pria, tampaknya pramuniaga tempat hiburan malam di sebelah angkringan, tampak kesal ketika beberapa pria Jepang lewat begitu saja mengacuhkan perempuan-perempuan cantik di sebelahnya. Nadanya setengah mengancam. Tapi nggak ngefek. Jepang-jepang itu toh nggak ngerti juga gitu loh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lalu saya pun menghanyutkan diri pada pembicaraan seputar pertandingan Liverpool melawan Chelsea diselingi perdebatan tentang politik praktis malam itu. Agung dan teman-temannya mau nonton bareng di suatu tempat entah di mana. Habis makan saya makin ngantuk dan kepingin cepat pulang. Malam itu panas sekali. Es teh manis pun tandas tanpa menyisakan dingin di tenggorokan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ketika saya bersantai sambil merokok, saya melihat ke sekitar. Berapa banyak 'Little Tokyo' di negara-negara barat sana? Kalau saja tempat ini tidak hanya diisi oleh restoran atau pijat Jepang macam ini, tapi juga banyak &lt;em&gt;feature&lt;/em&gt; lain seperti supermarket jepang Papaya di ujung sana, atau restoran yang lebih 'imut' seperti Hoka Hoka Bento, Goiza dan departement store macam Sogo, juga beberapa perguruan karate atau kendo, ditambah ilustrasi yakuza lokal, mungkin tempat ini sudah layak jadi Little Tokyo. Jadi kita tidak hanya punya Pecinan (China Town), Kampung Keling, Kampung Makasar, Kampung Melayu, Kampung Ambon, dan kampung-kampung berlatar belakang ras lain di dunia. Jakarta kan sudah &lt;em&gt;go international&lt;/em&gt; bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jam 9.30 malam saya pun mengenyahkan diri. Mata ini entah kenapa hampir tertutup rapat. Supir taksi pun lupa menyalakan argonya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sepertinya sebuah perjalanan baru sudah dimulai...)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-111519899766275443?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/111519899766275443/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=111519899766275443' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111519899766275443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111519899766275443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/05/angkringan-di-little-tokyo.html' title='Angkringan Di Little Tokyo'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-111501385470686096</id><published>2005-05-02T12:52:00.000+07:00</published><updated>2005-05-13T13:36:27.800+07:00</updated><title type='text'>The Most Stupid Thing I've Ever Done In My Life</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semua orang pernah melakukan hal-hal paling bodoh. Saya telah melakukan hal paling bodoh dalam hidup saya, yaitu secara tak sengaja menghapus www.randurini.blogspot.com yang lama. Sebuah blog yang saya ciptakan dua tahun terakhir dan begitu berarti untuk saya. Apakah ini tanda-tandanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 tahun terakhir adalah tahun-tahun paling berat dari tahun-tahun berat yang saya jalani 10 tahun terakhir. Saya tidak pernah menyangka bahwa otak saya akan serapuh ini sehingga tidak bisa melihat tombol &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'yes'&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'no'&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak kiri saya mengatakan: ini waktunya untuk mencari hidup baru. Kau telah mencatatnya di randurini lama. Sebentar lagi kau akan menempuh hidup baru, menjadi pengantin dunia baru, dunia yang akan menyambutmu dan membentukmu seperti tanah liat basah. Tapi jangan bilang apa-apa pada otak kanan saya, karena dia sedang berduka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dari masa lalu itu satu per satu akan saya amankan di &lt;a href="http://puisirandu.blogspot.com"&gt;www.seteriakpuisi.blogspot.com&lt;/a&gt;, walaupun tidak semuanya. Silakan teman-teman lihat di sana. Kalau mau versi hardcopy-nya, harap kirim surat ke saya, insyaallah saya kirimkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Buat heru Malang... MAAFKAN AKU yang telah menghancurkan portfoliomu itu... i really love your design, brotha... hiks...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-111501385470686096?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/111501385470686096/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=111501385470686096' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111501385470686096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/111501385470686096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/2005/05/most-stupid-thing-ive-ever-done-in-my.html' title='The Most Stupid Thing I&apos;ve Ever Done In My Life'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-12587064.post-112546921901182709</id><published>1990-08-31T13:19:00.000+07:00</published><updated>2005-08-31T13:20:19.013+07:00</updated><title type='text'>Being Keira Knightly</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;keira knightly seorang inggris sejati. dia tak pernah peduli dengan bentuk giginya, asal mulutnya bisa selalu jujur. aku meringis lagi di depan kaca, membaca sms darimu, dan tiba-tiba aku bahagia. tapi maaf, aku sedang kehabisan pulsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[kamar mandi, 30 august 2005]&lt;p align="justify"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12587064-112546921901182709?l=randurini.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://randurini.blogspot.com/feeds/112546921901182709/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12587064&amp;postID=112546921901182709' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112546921901182709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/12587064/posts/default/112546921901182709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://randurini.blogspot.com/1990/08/being-keira-knightly.html' title='Being Keira Knightly'/><author><name>Randu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12184129634374705574</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
